MS Kaban: Perlu Shalat Hajat Untuk Kapolri dan Polda Metro Agar Leporan...

MS Kaban: Perlu Shalat Hajat Untuk Kapolri dan Polda Metro Agar Leporan Penisataan Agama Ahok Tak Diendapkan

SHARE

Publik-News.com – Ketua Majelis Syura DPP Partai Bulan Bintang (PBB), MS Kaban berharap penyidik Polda Metro Jaya menindaklanjuti laporan sejumlah ormas terkait penodaan agama yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama alias Ahok.

“Polri dan Polda Metri Jaya semoga serius tindaklanjuti tuntutan Ormas Islam atas pelecehan ayat Qur’an yang dilakukan Ahok. Hok minta maaflah,” tulis Kaban melalui akun twitternya, @HMSKaban.

Namun Kaban merasa pesimis penyidik Polri dan Polda Metro dapat menindaklanjuti laporan ormas tersebut. Mantan Menteri Kehutanan ini menebak ada kedekatan antara dengan Kapolri Tito Karnavian dan Polda Metro Jaya.

“Melihat hub kedekatan Ahok dgn Kapolri dan Polda Metro Jaya khawatir tuntutan ini didendapkan. Perlu shalat hajat khusus untuk Kapolri dan Polda,” tulis lagi Kaban.

Untuk diketahui, Ahok sudah dilaporkan sejumah terkait pernyataannya yang mengutip Alquran Surat Al Maidah yang dikaitkan dengan kebohongan dan pembodohan agar umat muslim tidak memilih pemimpin dari kalangan nonmuslim.

Berikut ini pernyataan lengkap Ahok yang mengutip ayat kitab suci Al Quran Surat Al Maidah yang disampaikan di Kepuluan Seribu tersebut:

“Enggak usah khawatir. Saya berhenti Oktober 2017. Dengan program yang baik pun, bapak masih bisa panen dengan saya kalau saya tidak terpilih jadi gubernur. Jadi saya cerita ini supaya bapak ibu semangat. Jadi bapak ibu enggak usah berpikiran, ‘ah nanti kalau Ahok enggak kepilih, pasti programnya (pemberdayaan pembudidaya kerapu) bubar’. Enggak. Saya jamin sampai Oktober 2017. Jadi jangan percaya sama orang. Kan bisa saja dalam hati kecil, bapak ibu enggak bisa pilih saya karena dibohongi (orang) dengan surat Al Maidah 51 macam-macam itu. Itu hak bapak ibu. Kalau bapak ibu merasa enggak bisa pilih karena takut masuk neraka, oh enggak apa-apa. Karena ini panggilan bapak ibu. Program ini jalan saja. Jadi bapak ibu enggak usah merasa enak karena nuraninya enggak bisa pilih Ahok. Kalau kerasa enggak enak, bapak ibu bisa mati pelan-pelan lho.”
(Hurri Rauf)

SHARE
Comment