MS Kaban Sarankan Jokowi Mengakui Yerusalem Sebagai Ibu Kota Palestina

MS Kaban Sarankan Jokowi Mengakui Yerusalem Sebagai Ibu Kota Palestina

SHARE

Publik-News.com – Pengakuan sepihak Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trum atas Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel memunculkan kecaman dari berbagai kalangan. Selain menegaskan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, Pidato Trump yang meminta Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat untuk segera memindahkan kantor Kedutaan Besar Amerika Serikat dari Tel Aviv ke Yerusalem, juga dianggap menambah masalah dan harus ditolak oleh dunia.

Ketu Majelis Syura Dewan Pimpinan Pusat Partai Bulan Bintang (DPP PBB), Ms Kaban, mengatakan apa yang menjadi kebijakan Trump terkait Yerusalem tersebut harus mendapat respon dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Menurut Kaban, Jokowi harus lebih berani mengeluarkan kebijakan yang berpihak kepada Palestina.

“PYM Pees Jkwi setelah protes Trumpp akui Yerusalem ibukota Israel alangkah top nya klau tegaskan Yerusalem ibukota Palestina.Nekk wani tenan?,” cuit Kaban melalui akun Twitternya.

Menurut Kaban, ketegaskan Jokowi dalam mengambil politik jalan tengah juga perlu diinstensifkan. Sebagai negara yang penduduknya mayoritas Muslim, kata Kaban, Jokowi perlu memberikan penjelasan tentang Yerusalem kepada Trump.

“Pres Jkwi perlu penjernihan makna konsultasi Trumpp tentang Jerusalem agar Indonesia tdak standard ganda,” cuit Kaban lagi.

Kaban juga menegaskan bahwa diperlukan perstuan bagi negara-negara Islam di dunia untuk mengusir Amerika Serikat dari tanah Yerusalem.

“Mr.Trumpp.. jgn nodai Yerusalem dgn keangkuhan.Yerusalem milik umat islam sedunia.Ummat islam Nusantara tolak USA masuk Yerusalem.Usir USA dari Yerusalem,” katanya.

Selain itu, Ms Kaban yang mantan Menteri Kehutanan ini juga berharap Raja Arab Saudi Salman bi Abdulaziz menjadi king maker untuk perdamaian terkait kebjakan Trump untuk Yerusalem tersebut.

“Saudi Arabia King Salman smg menjafi king maker utk pemantapan Yerusalem sbg ibukota Palestina.Trumpp pancing keributan dunia,” demikian Kaban menutup cuitannya. (TK)

Comment