Muhammadiyah Pernah Tarik Duit Rp 15 Triliun dan Dipindahkan ke Bank Syariah

Muhammadiyah Pernah Tarik Duit Rp 15 Triliun dan Dipindahkan ke Bank Syariah

SHARE

Publik-News.com – Kepala Polri Jenderal Pol Tito Karnavian memerintahkan anak buahnya menangkap penyebar informasi gerakan penarikan uang massal secara besar-besaran di Bank-Bank perbankan.

Apakah Kapolri siap menangkap Pengurus Pusat Muhammadiyah dan kadernya? sebab, PP Muhammadiyah bukan lagi menyebarkan informasi soal rush money, tapi mereka sudah nyata telah melakukan penarikan duit Rp 15 triliun di Bank-Bank Konvensional pada 2013 silam.

Penarikan duit Rp 15 triliun dari bank-bank konvensional, menurut Ketua PP Muhammadiyah Bidang Ekonomi, Bambang Sudibyo, di sela-sela Rapat Koordinasi Nasional Tim Sosialisasi Manajemen Kas Bidang Kesehatan dan Perguruan Tinggi Muhammadiyah di Sanur, Denpasar, Minggu (27/1/2013), itu karena Muhammadiyah tidak pernah mendapatkan keuntungan.

Maka dari itu, PP Muhammadiyah menunjuk tujuh lembaga perbankan syariah untuk mengelola dana senilai Rp 15 triliun tersebut. ketujuh lembaga perbankan yang menerapkan sistem bagi hasil itu adalah Bank Muamalah, BRI Syariah, BNI Syariah, Mandiri Syariah, Bukopin Syariah, Danamon Syariah, dan BTN Syariah tersebut.

“Selama ini dana dan aset kami senilai Rp 15 triliun itu disimpan di bank-bank konvensional. Mulai sekarang secara bertahap akan kami tarik untuk selanjutnya disimpan di tujuh bank syariah,” kata Bambang Sudibyo kala itu.

Dia berujar alasan penarikan duit tersebut karena untuk menjadikan kader Muhammadiyah sebagai salah satu kekuatan ekonomi nasional.

Geranakan penarikan uang massal akhir-akhir ini kembali digelerokan sejumlah pihak setelah Gubernur DKI Jakarta non-aktif Basuki Tjahja Purnama alias Ahok menuduh massa aksi “bela Islam” yang berlangsung 4 November 2016 adalah massa bayaran.

Penarikan uang massa ini kemudian menjadi viral. Polri kemudian membentuk tim Cyber Crime untuk memantau penyebar isu rush money tersebut. (HR).

Comment