MUI: HTI Tak Boleh Dibubarkan, Jika………?

MUI: HTI Tak Boleh Dibubarkan, Jika………?

SHARE

Publik-News.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengakui jika keberadaan Hizbut Tahrir (HT) di luar negeri sangat dilarang. Hal ini dikarenakan visi dari HT selalu bertentangan dengan ideologi negara.

“Betul di negara-negara lain itu di-black list, di-ban, dilarang, di Rusia, kemudian di negara timur tengah tidak boleh ada HT, di Saudi Arabiyah, di Libia tidak boleh ada HT,” ujar Ketua MUI bidang Hubungan Luar Negeri, KH Muhyiddin Junaidi,Senin (8/5/2017).

Ia kemudian mencontohkan di negara Rusia. Seseorang yang ingin mendirikan HT langsung ditangkap karena bertentangan dengan undang-undang Rusia.

Namun, kata dia, lainnya halnya dengan di Indonesia keberadaan Ormas Islam Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) sudah lama berkembang karena Indonesia mempunyai undang-undang tersendiri.

“Ya kan Indonesia mempunyai hukum sendiri, kita punya undang-undang sendiri, kita punya cara sendiri untuk menyelesaikan kasus seperti ini. Selama namanya saja Hizbut Tahrir, selama mereka mengakui Pancasila sebagai dasar falsafah bernegara, selama dia mengakui NKRI no problem,” ucapnya.

Menurutnya, apabila ormas islam di Indonesia, khusunya HTI bertentangan dengan pancasila dan ingin mendirikan negara khilafah maka hal itu sangat dilarang.

“Yang masalahnya menjadi lain kalau dia sudah tidak menganggap itu (Pancasila) sebagai landasan dan falsafah bernegara,” kata Muhyiddin.

Sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto, berencana akan membubarkan organisasi kemasyarakatan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Hal ini demi menjaga kemanan dan ketertiban bangsa .

“Mencermati berbagai pertimbangan serta menyerap aspirasi masyarakat maka pemerintah perlu mengambil langkah hukum secara tegas untuk membubarkan HTI,” kata Wiranto dalam keterangan persnya di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (8/5).(Fq)

 

 

SHARE
Comment