MUI Larang Keras Persekusi Dilakukan Untuk Intimidasi

MUI Larang Keras Persekusi Dilakukan Untuk Intimidasi

SHARE

Publik-News.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) melarang keras adanya persekusi atau main hakim sendiri yang beberapa waktu terakhir ini dilakukan oleh sekelompok masyarakat.

Wakil Ketua Umum MUI, Zainut Tauhid Saadi mengatakan persekusi hanya boleh dilakukan oleh pihak yang berwenang.

“Penertiban ujaran kebencian di media sosial harus dilakukan oleh petugas berwenang bukan oleh massa,” kata Zainut Tauhid, Jumat, 2 Juni 2017.

Persekusi biasanya dilakukan atas respon postingan seseorang yang dianggap mengandung ujaran kebencian, fitnah atau penghinaan terhadap seseorang atau kelompok. Sehingga, menimbulkan ketersinggungan dari kelompok tertentu.

Menurut Zianut, cara-cara yang dilakukan dengan tidak manusiawi bertentangan dengan hukum positif maupun agama.

“MUI meminta kepada semua pihak khususnya kepada kelompok masyarakat yang ingin melaksanakan tugas dakwah amar ma’ruf nahi munkar, hendaknya dalam melaksanakan tugas dakwah sesuai dengan koridor hukum, dan tidak boleh dengan cara-cara yang melanggar hukum,”uajrnya.

MUI mengimbau agar masyarakat lebih hati-hati dalam menggunakan media sosial sehingga tidak menyebarkan ujaran kebencian dan fitnah.

Bermuamalah di media sosial sebagai bagian dari pelaksanaan hak berekspresi warga negara harus dilandasi dengan nilai-nilai etika, akhlak mulia, norma susila dan agama. Sehingga tidak menimbulkan ketersinggungan pihak lain yang  dapat memicu konflik dan disintegrasi sosial,” terangnya. (Fq)

SHARE
Comment