MUI Minta Tak Ada Embel-Embel Penolakan Mensalatkan Janazah Dalam Pilgub DKI

MUI Minta Tak Ada Embel-Embel Penolakan Mensalatkan Janazah Dalam Pilgub DKI

SHARE

Publik-News.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta meminta semua pihak menjaga ketenangan Pilgub DKI dengan tidak membuat suasana menjadi gaduh. Hal ini menyikapi dengan adanya kabar penolakan shalat terhadap jenazah Hindun binti Raisman pada Selasa (7/3) warga Karet Setiabudi, Jakarta Selatan.

Penolakan itu diketahui berkaitan dengan adanya kasus penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, sehingga warga menolak mensalatkan janazah yang dianggap mendukung penista agama.

Sekretaris Umum MUI DKI Jakarta, KH Zulfa Mustofa mengatakan kejadian semacam itu tidak baik dilakukan oleh umat islam. Ia meminta jangan sampai agama dijadikan politisasi untuk memenangkan salah satu paslon di Pilgub DKI

“Cara semacam ini sungguh tak bermartabat,” kata dia  saat dihubungi, di Jakarta, Sabtu (11/3.2017).

Ia menambahkan, untuk menjaga persatuan, masyarakat harus menghargai setiap perbedaan dan keyakinan dari masing-masing golongan. Ia hawatir apabila ini tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan kerawanan.

“Semua berkewajiban  menjaga ketenangan, baik umat Islam maupun umat lain. Tidak boleh ada provokasi. Tindakan emosional biasanya diawali dengan provokasi. Dalam pertemuan antara MUI DKI Jakarta dan pemerintah daerah, muncul kesepakatan agar semua pihak menjaga kondisivitas ibu kota.”ujarnya.

Untuk itu, ia mengimbau agar tidak ada lagi spanduk yang melarang mensalatkan janazah pendukung paslon tertentu, ““Jadi ya kalau semua bisa menahan diri insya Allah kerawanan itu sendiri bisa dihindari,” ujar dia.(Fq)

SHARE
Comment