Mungkinkah Ahok Hidup Lagi?

Mungkinkah Ahok Hidup Lagi?

SHARE

Sebelum melanjutkan tulisan ini saya ingin menegaskan positioning saya pada saat Pilgub DKI yang baru lalu. Saya adalah salah satu warga DKI yang mendukung dan memilih Anies-Sandi. Pilihan pada Anis Sandi bukan semata-mata karena pilihan emosional. Tapi atas pilihan rasional setelah menelisik berbagai aspek pola pikir; pola sikap dan pola tindak Ahok sebagai Gubernur pengganti Jokowi yang tidak berasal dari pilihan rakyat.

Dalam politik ada ungkapan yang bagi sebagian orang mungkin agak aneh. Tapi itu nyata. Ungkapan itu adalah “Dalam kehidupan sekali anda dibunuh anda akan mati untuk selamanya. Tapi dalam politik anda bisa dibunuh berkali-kali tapi anda masih bisa tetap hidup.

Ungkapan ini persis ketika seorang petani menyemprotkan pembasmi rumput; sekali anda semprot rumput akan mati. Tapi dalam beberapa waktu rumpur akan tumbuh kembali. Kecuali rumput itu disiram dan dicabut sampai ke akar-akarnya.

Itulah perumpamaan prediksi politik Ahok di masa datang. Jika habitat politiknya tetap memberinya ruang untuk bermain-main dengan dunia politik maka tidak menutup kemungkinan perjuangan politik Ahok akan hidup kembali. Apalagi hari ini Ahok sangat dekat dengan kekuasaan politik bahkan hampir dengan semua sumber daya politik yang ada di negeri ini.

Wacana untuk mengangkat Ahok pada jabatan-jabatan politik sesuatu yang patut untuk diwaspadai akan tumbuh dan berkembangya perjuangan Ahok untuk mewujudkan cita-cita politiknya. Karena sesungguhnya secara politik Ahok belum mati.

Oleh sebab itu, jika Ahok dianggap sebagai “musuh” politik yang berbahaya bagi kepentingan mayoritas kehidupan anak bangsa ini, maka tidak ada pilihan lain selain menyiramnya dengan pembasmi rumput agar habitat tempat tumbuhnya rumput politik itu mati sampai ke akar-akarnya. Sehingga tidak ada peluang lagi untuk tumbuh dan berkembang lagi.

Oleh: Aspianor Sahbas
Penulis adalah Direktur Indonesia Monitoring Political Economic Law and Culture for Humanity (IMPEACH)

SHARE
Comment