Novanto Sanjung Kapolri Sebagai Sosok Cerdas dan Jenius

Novanto Sanjung Kapolri Sebagai Sosok Cerdas dan Jenius

SHARE

Publik-News.com – KapolriJenderal Tito Karnavian dikukuhkan sebagai guru besar bidang Ilmu Kepolisian Studi Strategis Kajian Kontra Terorisme, Sekolah Tinggi Ilmu kepolisian, Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian.

Menangapi hal itu, Ketua DPR RI Setya Novanto (Setnov) yang turut menghadiri acara pengukuhan tersebut menyampaikan ucapan selamat kepada Jenderal Tito Karnavian. Setnov mengaku bangga atas prestasi keilmuan yang diraih Tito.

“Sebenarnya kalau mau jujur, saya pribadi tidak terlalu kaget Jenderal Tito mendapatkan gelar Profesor dan menjadi Guru Besar. Beliau memang sosok yang cerdas, bahkan jenius,” kata Setnov, melalui rilisnya, Jakarta, Kamis (26/10).

Terbukti, kata Sertnov, Tito juga mendapatkan gelar Doktor dari Nanyang Technological University (NTU), Singapura di bidang Kajian Strategis Ilmu Politik Internasional.

“Aktif memberikan kuliah umum dan menjadi pembicara di berbagai kampus dalam dan luar negeri. Bahkan juga diundang khusus oleh negara-negara sahabat untuk berbagi ilmu dan pengalaman,” kata Setnov.

Bagi Setnov, pengalaman Tito dalam penanganan terorisme sudah tak perlu diragukan lagi. Tito dianggap sukses dalam berbagai penempatan tugas seperti Kepala Detasemen Khusus 88 Anti Teror, Deputi Penindakan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Kapolda Papua, Asisten Kapolri bidang Perencanaan dan Anggaran, Kapolda Metro Jaya dan Kepala BNPT.

Setnov berharap, dengan dikukuhkannya Jenderal Tito menjadi Guru Besar, dapat memperluas khazanah keilmuan bidang kepolisian semakin terbuka dan mengikuti perkembangan dunia pendidikan internasional.

Menurutnya, hal ini juga menjadi bukti kesuksesan kepolisian dalam mencegah dan memberantas terorisme. Indonesia telah dipuji banyak negara lain dalam hal ini.

“Saya yakin, pengukuhan Guru Besar bukanlah akhir perjalanan akademik keilmuan Jenderal Tito. Beliau akan terus menjadi praktisi sekaligus akademisi yang cemerlang,” katanya.

“Sehingga berbagai langkah, tindakan, maupun kebijakan yang diambilnya sebagai praktisi, selalu dilandasi dengan analisis akademik yang kuat. Saya menaruh kebanggaan dan kehormatan kepada Jenderal Tito,” katanya. (JS/PN)

Comment