Oleh-Oleh dari Anas Urbaningrum Tentang Kalimat Surat Bung Karno Kepada A. Hassan

Oleh-Oleh dari Anas Urbaningrum Tentang Kalimat Surat Bung Karno Kepada A. Hassan

SHARE

Publik-News.com – Pimpinan ormas Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI), Anas Urbaningrum kembali menitipkan oleh-oleh kepada koleganya yang sempat berkunjung ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Bandung. Oleh-oleh yang diperuntukan kepada sahabat, kolega dan rakyat Indonesia ini berisi sepucuk surat yang ditulis tangan oleh Anas sendiri di sebuah kertas.

Tulisan tangan mantan Ketua Umum Partai Demokrat ini kemudian disalin dan dikulwit oleh admin pengelola Twitter milik Anas melalui akun Twitter @anasurbaningrum, Senin (12/6/2017). Tulisan Anas kali ini berisi tentang surat-surat Bung Karno kepada A. Hasan (Ketua Persis) pada 1934-1936, sebelum Indonesia menjadi negara yang merdeka.

“Malam, Tuips. Mari kita simak sambungan kultwit Mas Anas ttg korespondensi Bung Karno dan A. Hassan. *admin,” tulis Admin.

Berikut adalah tulisan tangan Anas tentang kalimat-kalimat menarin dalam surat Bung Karno kepada A. Hasan selengkapnya.

Saya akan nukilkan kalimat2 menarik di dalam surat2 Bung Karno (BK) kpd A. Hassan (Ketua Persis) 1934-1936. *abah

Tersesatlah orang yg mengira bahwa Islam mengenal suatu “aristokrasi Islam”. …..Tiada satu agama yg menghendaki kesamarataan lebih drpd Islam. (1 Des 34) *abah

Haraplah sampaikan saya punya compliment kpd Tuan Natsir atas ia punya tulisan2 yg memakai bahasa Belanda. ….. Antara lain ia punya inleiding di dalam “Komt tot bet gebet” adalah menarik hati. (25 Jan 35) *abah

Padahal tak ada agama yg lbh rasional dan simplistis daripada Islam. (26 Maret 35) *abah

Qur’an dan api Islam seakan2 mati krn kitab fiqh itulah yg mereka jadikan pedoman hidup, bukan Kalam Ilahi sendiri. (17 Juli 35) *abah

Kita banyak mencela misi, tp apakah yg kita kerjakan bagi upaya menyebarkan agama Islam dan memperkokoh agama Islam? (15 Sep 35) *abah

Berkat bantuan Tuhan, Inggit tdk meneteskan air mata setetes pun juga, begitu juga saya punya anak Ratna Djuami. (25 Okt 35) *abah

Semenjak ada aturan taqlid, di situlah kemunduran Islam cepat sekali. Tak heran! (14 Des 36) *abah

Adalah satu perjuangan yg paling berfaedah bagi umat Islam, yakni perjuangan menentang kekolotan. (22 Feb 36) *abah

Umumnya adlh sangat saya sesalkan, bhw kita punya Islam scholars msh sangat sekali kurang pengetahuan modern science. (22 Apr 36) *abah

Inspiration bagi kaum muslimin yg belum mengerti betul2 artinya perkataan “Sunnah Nabi”, …..yg mengira bhw Sunnah Nabi SAW itu hanya makan korma di bulan puasa dan celak mata dan sorban saja. (12 Juni 36) *abah

Tetapi apa yg kita “cutat” dari Kalam Allah dan Sunnah Rasul itu? Bukan apinya, bukan nyalanya, bukan flame-nya, … *abah

Tetapi abunya, debunya asbesnya. (18 Agustus 36) *abah

Sebab, di dalam surat2 itu adalah saya teteskan sebagian dari saya punya batin, saya punya nyawa, saya punya jiwa. (17 Okt 36) *abah

“Disalin dari tulisan tangan Mas Anas yg dititipkan lewat sahabat yg berkunjung hari ini. *admin,” tulis admin mengakhiri kulwit tulisan Anas itu. (PN)

SHARE
Comment