Orang Terkaya China: Kualitas Barang Palsu Lebih Bagus dari Barang Asli

Orang Terkaya China: Kualitas Barang Palsu Lebih Bagus dari Barang Asli

SHARE
http://pbs.twimg.com/media/Bx2NlT8CMAA8eNr.png

CEO Alibaba Jack Ma menyatakan, banyak barang palsu alias abal-abal yang memiliki kualitas lebih bagus ketimbang barang asli.

Ini menyusul kritik yang mengemuka bahwa Alibaba, e-commerceterbesar di China yang didirikannya, meraup untung dari penjualan barang palsu.

Pernyataan Ma, yang juga merupakan orang terkaya di China, hadir di tengah polemik di negara tersebut terkait toleransi penjualan barang-barang palsu di platform jual beli online, seperti Taobao. Tentu saja hal ini tidak disambut baik oleh produsen barang-barang mewah.

“Permasalahannya adalah saat ini barang-barang palsu memiliki kualitas yang lebih baik dan dengan harga yang lebih murah ketimbang barang yang asli. Mereka berasal dari pabrik yang sama, bahan baku yang sama, tapi tidak menggunakan nama (merek),” kata Ma di kantor pusat Alibaba di Hangzhou.

Ma menuturkan, di satu sisi properti intelektual memang harus dilindungi dan semua pihak terkait harus berupaya optimal menghentikan peredaran barang-barang palsu.

Namun, faktanya produsen barang-barang orisinal bisa membuat produk dengan harga lebih murah.

Tahun lalu, perusahaan Kering yang berada di balik merek-merek barang mewah, seperti Gucci dan Yves Saint Laurent, meluncurkan gugatan terhadap Alibaba Group.

Menurut Kering, yang berpusat di Paris, Perancis, Alibaba telah mendukung dan meraup laba dari penjualan barang abal-abal.

Pada bulan Mei lalu, Alibaba dikenakan hukuman oleh Koalisi Internasional Antipemalsuan (IAC) yang merupakan pengawas industri ritel lantaran kecurigaan yang sama terkait barang-barang palsu.

Regulator di China pun secara berkala memeriksa permasalahan barang-barang palsu di Alibaba. Akan tetapi, Ma optimistis tentang kepentingan ekonomi Alibaba.

“Anda tidak bisa menghentikan Alibaba selama dua jam karena akan menimbulkan bencana. Anda bisa menghentikan Tencent selama dua hari, menghentikan Baidu selama dua minggu, dan semuanya masih baik-baik saja,” ujar Ma, mengacu pada dua pesaing Alibaba. [ncbc.com/kompas.com, 15 Juni 2016]

 

SHARE
Comment