Home Hukum Pakar Hukum Pidana: KPK Harus Berani Tetapkan Tersangka Adik Ipar Jokowi

Pakar Hukum Pidana: KPK Harus Berani Tetapkan Tersangka Adik Ipar Jokowi

Publik-News.com – Pakar hukum pidana dari Universitas Trisakti, Abdul Fickar Hadjar meminta Komisi Pemberantasan Korupsi berani untuk menetapkan tersangka seseorang yang diduga terlibat dalam kasus korupsi, seperti yang dialami adik ipar Presiden Jokowi Arif Budi Sulistyo yang diduga ikut terlibat kasus suap penghapusan pajak Country Director PT EK Prima Ekspor Indonesia Ramapanicker Rajamohanan Nair

Ia menjelaskan, apabila fakta persidangan menyebutkan nama seseorang yang ikut dalam peristiwa pidana, maka dengan sendirinya orang tersebut bagian dari pelaku tindak pidana korupsi. Hal ini, kata dia, sesuai dengan perspektif Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP)

“Karena itu KPK harus berani menetapkan status tersangka ini, termasuk terhadap ipar presiden,” ujar Abdul Fickar, Selasa (21/2/2017).

Ia melanjutkan, apabila seseorang ikut membantu, memberi fasilitas, menyuruh dan seluruh perannya ada kaitannya dengan tindak pidana maka orang itu telah melanggar KUHP. Untuk itu, kata dia, jika Arif Budi Sulistyo terbukti menjadi bagian dari praktik suap-menyuap maka KPK harus berani menetapkannya sebagai tersangka

“Jadi, kemandirian dan keberanian KPK harus tidak diskriminatif pada pihak tertentu,” ucapnya.

Seperti diketahui, nama Arief Budi Sulistyo disebut dalam dakwaan kasus penghapusan pajak Country Director PT EK Prima Ekspor Indonesia Ramapanicker Rajamohanan Nair. Arief juga diketahui sebagai orang dekat Kepala Kantor Wilayah DJP Jakarta Khusus, Muhammad Haniv.

Dalam dakwaan itu disebutkan,  pada 22 September 2016, ketika Haniv bertemu dengan Handang Soekarno, Haniv lalu menyampaikan jika Arif Budi Sulistyo ingin bertemu dengan Direktur Jenderal Pajak Ken Dwijugiasteadi. (Fq)

Comment