Pakar Hukum Tata Negara: kasus Ahok Tak Sesulit Kasus Mirna, Dua Minggu...

Pakar Hukum Tata Negara: kasus Ahok Tak Sesulit Kasus Mirna, Dua Minggu Sudah Bisa Masuk Pengadilan

SHARE

Publik-News.com-Kasus penistaan agama sebetulnya tidak memerlukan waktu yang lama untuk masuk ke pengadilan. Karena alat bukti dan saksinya sudah cukup. Berbeda dengan kasus mirna, butuh waktu lama karena masih mengumpulkan keterangan dan alat bukti

Hal ini dijelaskan oleh Pakar Hukum Tata Negara dari Universitas Parahyangan, Bandung, Asep Warlan Yusuf, di Jakarta, Kamis (17/11/2016)

Menurutnya, kasus Ahok ini dalam waktu dua minggu  sudah bisa disidangkan di pengadilan. Satu minggu pemberkasan di kepolisian, satu minggu di kejaksaan.

“Kalau sudut pandang saya tidak terlalu rumit, kasus Mirna-Jessica itu rumit karena membutuhkan data yang spesifik. Kalau Ahok tidak terlalu rumit, bahkan sederhana, karena Ahok sendiri akui itu omongannya, dan sudah ada 21 keterangan saksi ahli,” katanya

“Saya kira seminggu penyidik sudah bisa menyatakan kasus ini sudah P-19 dan P-20. Karena KPU sendiri kan sudah menyatakan kalau kasus ini harus segera diselesaikan,” tambahnya.

Lebih lanjut menjelaskan, Bareskrim Polri sudah mengeluarkan keputusan bahwa kasus Ahok sudah P20 setelah gelar perkara kemarin, seharusnya ini sudah masuk ke kejaksaan berkasnya sudah dinyatakan lengkap dan dibawa ke pengadilan

“Seharusnya proses di kejaksaan seminggu juga, karena kan bukti sudah lengkap. Apalagi sudah ada Fatwa MUI. Jadi saya kira harus P-21, pemberitahuan bahwa hasil penyidikan sudah lengkap untuk dibawa ke pengadilan,” tuturnya.

“Bila sudah sampai di pengadilan, maka status Ahok sudah terdakwa. Nah nanti tinggal pengadilan yang memutuskan apakah Ahok bersalah atau tidak,” tutupnya. (faruq)
 

SHARE
Comment