Paket ke-12 Tak Ada Hasilnya, Heri Gunawan Nilai Paket Ekonomi ke-13 Hanya...

Paket ke-12 Tak Ada Hasilnya, Heri Gunawan Nilai Paket Ekonomi ke-13 Hanya Angin Segar

SHARE

Publik-News.com – Anggota Komisi XI DPR RI Heri Gunawan menilai paket kebijakan ekonomi ke-13 yang berisi tentang program pembangunan perumahan bagi rakyat memang penting. Namun, kata Heri, ada yang lebih penting dari program tersebut, yaitu membaiknya daya beli dan penciptaan kesempatan kerja yang lebih baik.

“Jadi, seharusnya pemerintah mengevaluasi 12 paket kebijakan sebelumnya yang sudah tak begitu jelas nasibnya ketimbang bikin paket baru yang belum tentu juga bisa dicapai,” ujar Heri kepada Publik-News.com, Jumat (26/8/2016).

Heri juga mengingatkan paket kebijakan ekonomi ke-12 yang tidak efektif dalam mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan. Menurutnya, ke-12 paket kebijakan, terutama yang terkait dengan investasi, peningkatan kemudahan berusaha terutama UMKM, serta penciptaan kesempatan kerja yang lebih baik, harusnya sudah bisa dinikmati oleh rakyat.

“Saat ini. Nyatanya kan tidak. Malahan, kita semua kaget, laporan BPS terbaru menyebutkan bahwa telah terjadi penurunan 200 ribu orang yang bekerja di sektor pertanian, kemiskinan masih 28 juta orang, ketimpangan juga makin lebar. Ini kan masalah sesungguhnya. Lalu, paket-paket yang sudah dirilis sebelumnya, kemana saja?,” tanya dia.

Karena itu, Heri yang juga politisi dari Fraksi Gerindra ini mengaku khawatir, paket ke-13 tersebut akan bernasib serupa. Hanya jadi “angin segar” di telinga, tapi tak pernah ada realisasinya seperti halnya “kembang-kembang api” yang menyala indah di awal, tapi mati dalam sekejap.

Sementara itu, Heri meminta pemerintah melakukan evaluasi program-program rumah untuk keluarga miskin yang pelaksanaannya masih minimal. Bahkan, dalam beberapa kasus, menjadi ajang “transaksional”. Rakyat yang sudah miskin, dibebani lagi dengan pungutan yang tidak jelas.

“Sebab itu, saya mendorong pemerintah untuk merealisasikan paket-paket kebijakan ekonomi yang sebelumnya sudah dirilis, namun evaluasi dan monitoringnya masih absurd. Termasuk juga evaluasi atas skema penganggarannya. Ini penting mengingat APBN kita masih kurang sanggup, masih defisit,” tutupnya.

(Hurri Rauf)

SHARE
Comment