PAN Geram Viktor Laiskodat Menudingnya Sebagai Parpol Pro Khilafah

PAN Geram Viktor Laiskodat Menudingnya Sebagai Parpol Pro Khilafah

SHARE

Publik-News.com – Ketua Fraksi Nasdem DPR Viktor Laiskodat menuding partai Gerindra, PAN, PKS dan Demokrat sebagai partai intoleran dan mendukung khilafah.

PAN menganggap pernyataan Viktor melupakan sejarah. Menurutnya, PAN sudah banyak melahirkan kader yang berguna untuk bangsa dan negara.

“Pernyataan itu secara tidak langsung telah menghapus sebagian sejarah demokrasi di Indonesia. Bayangkan, partai yang dituduh pendukung khilafah dan intoleran adalah partai yang kadernya pernah menjadi presiden, mantan calon presiden, ketua MPR, wakil ketua DPR, dan banyak menduduki posisi menteri dan jabatan-jabatan politik lainnya,” kata Wasekjen PAN Saleh Partaonan Daulay dalam pernyataan tertulisnya, Jumat (4/7/2017).

“Jika partai-partai itu intoleran dan mendukung khilafah, tidak mungkin bisa berkuasa dan mendapat tempat di masyarakat,” imbuhnya.

Untuk itu, ia mendesak Viktor segera menyampaikan permohonan maaf. Dengan itu, masalah bisa sedikit diredamkan.

“Kalau Pak Viktor tidak bisa menghormati pendapat dan pandangan partai lain, bukankah hal itu cerminan sikap intoleran itu sendiri? Sebaiknya, semua pihak perlu introspeksi demi menciptakan situasi kondusif yang diinginkan semua pihak,” ujar Saleh.

“Prinsip saling menghormati harus dikedepankan. Kami sangat menghormati Nasdem dan Pak Surya Paloh. Secara resiprokal, tentu kami pun merasa perlu dihormati secara proporsional,” sambungnya.

PAN, katanya, juga menghormati jika nantinya Gerindra, PKS dan Demokrat membawa masalah ini melalui jalur hukum.

“Sepintas saya dengar, teman-teman dari Gerindra, Demokrat, dan PKS akan menempuh jalur hukum. Ada juga yang mengatakan akan melaporkan ke MKD (mahkamah kehormatan dewan). Saya kira, itu sah-sah saja. Silahkan, kita akan menghormati pilihan-pilihan teman-teman tersebut,” tutur Saleh.

“Di internal PAN sendiri sejak awal beredarnya video tersebut sudah ada keinginan untuk menempuh jalur hukum. Namun sebagian ada yang meminta agar Laiskodat diberi kesempatan untuk meminta maaf. Kalaupun nanti ada langkah hukum, PAN memastikan bukan untuk menambah kisruh suasana, tetapi lebih pada pembelajaran politik dan hukum bagi semua. Sebab, di dalam demokrasi, semua orang sama di mata hukum dan pemerintahan,” pungkas Saleh.

Sebelumnya, pidato Viktor di NTT itu menyebar di grup WhatsApp. Dalam pidatonya, Viktor menyebut partai Gerindra, PAN, PKS dan Demokrat sebagai partai intoleran dan mendukung khilafah.

Viktor juga menuding 4 partai itu tidak pro keberagaman. Sehingga, Viktor meminta kepala daerah yang diusung 4 partai tersebut jangan dipilih.(Fq)

 

 

 

 

SHARE
Comment