PAN Tuding Pemerintah Sengaja Ulur Bahas RUU Pemilu Agar PT 20%

PAN Tuding Pemerintah Sengaja Ulur Bahas RUU Pemilu Agar PT 20%

SHARE

Publik-News.com – Wakil ketua Pansus RUU Pemilu dari F-PAN Yandri Susanto menuding pemerintah sengaja mengulur waktu membahas RUU Pemilu karena ingin UU itu dikembalikan ke yang lama. Dalam UU yang lama, ambang batas capres atau presidential threshold berada di angka 20 persen.

“Ada potensi ke arah sana karena PT mereka tidak mau voting dan maunya mufakat. Kalau terus berjalan dan tahapan pemilu sudah harus dimulai, kemarin kita dengar KPU, Bawaslu, DKPP, itu pertaruhannya besar kalau diulur terus,” ujar Yandri saat dihubungi, Selasa (20/6/2017).

Yandri menjelaskan pemerintah menginginkan pembahasan presidential threshold secara musyawarah. Padahal, masih ada beberapa fraksi yang menginginkan presidential threshold 0 persen.

“Sementara tahapan pemilu, cukup rentan kalau nggak ada kepastian. Mungkin itu cara pemerintah untuk memastikan sebuah aturan main, kalau nggak ketemu secara mufakat, ya sudah kembali ke UU lama. Mungkin itu opsi yang dibawa pemerintah nanti,” urai Yandri.

Yandri menyebut pemerintah menunda pembahasan RUU Pemilu karena ingin ada lobi-lobi di fraski. Yandri kemudian mempertanyakan lobi apa yang dimaksud.

“Waktu lobi-lobi pemerintah minta diperpanjang lagi sampai setelah lebaran sampai 10 Juli dan 20 Juli sudah dibawa ke paripurna. Saya juga nggak tahu, ini lobi-lobi nya ke arah mana karena kelima isu ini saling berkait,” imbuhnya.(Fq)

 

 

SHARE