Panglima TNI: Bodoh Kalau Terapkan UU Terorisme Yang Saat Ini

Panglima TNI: Bodoh Kalau Terapkan UU Terorisme Yang Saat Ini

SHARE

Publik-News.com – Panglima TNI Gatot Nurmantyo menganggap undang-udang terorisme yang saat ini tidak relevan lagi untuk diterapkan.

Maka itu, Gatot mengaku sangat setuju dengan adanya revisi undang-undang terorisme. Gaton enggan berkomentar lebih jauh terkait rencana keterlibatan TNI dalam revisi UU tersebut.

“RUU ada perumusnya, saya adalah TNI jadi hukum adalah panglimanya.(Keterlibatan TNI) saya tidak mau berandai-andai, hukumnya belum ada, belum jelas kok. Tapi saya katakan alangkah bodohnya bangsa ini kalau masih menggunakan UU yang ada sekarang,” kata Gatot di Gedung Pancasila, Kemlu, Jalan Pejambon, Jakarta Pusat, Kamis (1/6/2017).
Menurut Gatot, undang-udang terorisme saat ini kurang efektif dalam upaya mencegah terorisme.

“Untuk diketahui bahwa UU teroris yang sekarang dibuat dalam rangka mempermudah mempercepat penyelidikan dalam kasus bom Bali, dan kemudian penindakan. Nah sekarang berkembang pesat, jadi kalau kita masih menggunakan undang-undang seperti itu kita tunggu saja. Teroris masih berpesta di sini, paling aman di sini,” jelasnya.
Gatot mendukung upaya aparat melakukan pencegahan sebelum teroris melakukan aksinya. Dengan ini, Indonesia akan terbebas dari segala macam bentuk teror.

“(Sangat susah) karena UU sekarang menggunakan hukum material, setelah kejadian baru (ditindak). Belum ada penyidikan, harusnya delik formal yang dilakukan, kalau mau aman ya kita harus (baru aturannya). Karena teroris adalah kejahatan negara,” tegasnya. (Fq)

 

 

 

SHARE