PBNU Larang Jamaahnya Salatkan Jenazah Koruptor

PBNU Larang Jamaahnya Salatkan Jenazah Koruptor

SHARE

Publik-News.com – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama menyatakan komitmennya mendukung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam upaya memberantas korupsi. Maka itu, PBNU melarang jamaahnya untuk mensalatkan jenazah para koruptor

“Alim ulama kumpul di Cirebon mengatakan kalau korupsi memiliki daya rusak sedemikian rupa, termasuk juga memiliki implikasi yang luas atas penderitaan rakyat, maka pelakunya layak dihukum mati,” ujar Ketua Bidang Hukum PBNU, Robikin Emhas di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (11/7).

“Kedua keputusan musyawarah NU di tempat yang sama pada 2013,menegaskan koruptor tidak boleh atau sebaiknya tidak dishalati oleh pengurus NU Jadi pengurus NU dilarang menshalatkan jenazah koruptor. Ini bukti bahwa NU tidak hanya bergerak secara moral tapi sekaligus memberikan dukungan kepada  KPK. Sekali lagi ini bukan muncul tiba-tiba.”imbuhnya.

Sementara itu, Ketua KPK, Agus Rahardjo mengapresiasi adanya dukungan dari PBNU ini. Agus mengatakan pemberantasan korupsi ini untuk membangun karakter bangsa yang tidak hanya dilakukan di sekolah dan keluarga.

“Tapi pemahaman agama di masyarakat sangat penting sekali. Oleh karena itu, seperti yang disampaikan pak Robikin bahwa fatwa-fatwa itu sangat penting sekali, ya tadi kan disampaikan pengurus PBNU tidak akan mensalati jenazah para koruptor. Itu kan penting memberikan dampak yang luas,” ujarnya.(Fq)

 

 

SHARE
Comment