Home Politik PBNU Marah Soal Membludaknya Tenaga Kerja Asing dari China Ke Indonesia

PBNU Marah Soal Membludaknya Tenaga Kerja Asing dari China Ke Indonesia

Publik-News.com – Pengrus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akhirnya mengeluarkan pernyataan sikap tentang kebijakan pemerintah soal bebas visa yang menyebabkan membludaknya tenaga kerja asing, khususnya dari China ke Indonesia.

Ketua Umum KH. Said Aqil Siradj dan Sekjen Helmy Faisal Zaini kompak mengritisi kebijakan pemerintah tentang tenaga kerja asing itu. Menurut Said, membajirnya tenaga kerja asing di Indonesia berdampak negatif bagi pekerja lokal, seperti yang terjadi di Banten. Komposisi pekerja proyek tersebut adalah 30 persen dari lokal dan 70 persen asing.

“Bayaran yang mereka (TKA) terima pun super besar dibanding buruh lokal. Tenaga kerja asing itu dibayar 15 juta perbulan, sedangkan tenaga kerja lokal kita hanya dibayar 2 jutaan perbulan dengan rata-rata perhari Rp 80 ribu dan TKA rata-rata Rp 500 ribu perhari,” ujar Said, Selasa (20/12/2016).

Sementara itu, pengangguran di Indonesia mencapai 7,02 juta orang, ditambah perekonomian Indonesia juga ikut merosot jauh, kegiatan ekspor berkurang, daya beli masyarakat menurun dan harga pasar menjadi tinggi.

Maka dari itu, PBNU kata Said, mendesak pemerintah mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia seperti yang tertuang dalam Pancasila, Sila ke-5. Selain itu, PBNU juga mengingatkan pemerintah dan pengusaha untuk memperhatikan kembali-hal-hal mendasar sebelum mempekerjakan tenaga asing di Indonesia.

“Pemerintah harus sensitif menjaga perasaan rakyat dan mengkaji ulang kebijajkan pembangunanya bila dalam prakteknya tidak mengajak rakyat sebagai mitra dalam hal ini sebagai pekerja,” katanya.

Said menambahkan bahwa PBNU mendorong pemerintah untuk lebih aktif membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Juga pemerintah harus memperkuat kerjasama dalam paket investasi. (HR)

Comment