PDIP Kritik Pernyataan Panglima TNI Soal RUU Terorisme

PDIP Kritik Pernyataan Panglima TNI Soal RUU Terorisme

SHARE

Publik-News.com – Anggota Panja RUU Antiterorisme F-PDIP Risa Mariska mengaku tidak setuju dengan pernyataan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo yang menyebut bodoh jika negara ini masih mnggunakan UU terorisme yang saat ini.

Menurutnya, UU No 15 tahun 2003 yang saat ini masih diterapkan terbilang berhasil dalam menangani teroris.

“Kami sangat menyayangkan statement Panglima TNI yang mengatakan bodoh kalau menggunakan UU yang saat ini berlaku dalam pemberantasan terorisme (di media beberapa hari lalu). RUU Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme dilakukan untuk menjawab kekurangan dari UU No 15 tahun 2003, salah satunya adalah fungsi pencegahan,” kata Risa melalui keterangannya, Sabtu (3/6/2017).

Ia mengatakan dengan UU tersebut kinerja kepolisian, melalui densus 88 cukap berhasil mencegah terjadinya teror dibeberapa wilayah.

“Salah satu keberhasilan Densus 88 adalah mencegah aksi bom panci di Bekasi (ini keberhasilan yang terekspose). Belum lagi persiapan aksi bom yang ditujukan ke Mapolda Jawa Barat pada awal tahun 2016 yang juga berhasil digagalkan,” sebutnya.

Sebelumnya, Panglima TNI Gatot Nurmantyo mendukung upaya pemerintah dalam merevisi UU Terorisme. Gatot menilai dalam melakukan pencegahan dan penindakan terhadap berbagai teror, perlu dibuatkan aturan yang baru.

“RUU ada perumusnya, saya adalah TNI jadi hukum adalah panglimanya.(Keterlibatan TNI) saya tidak mau berandai-andai, hukumnya belum ada, belum jelas kok. Tapi saya katakan alangkah bodohnya bangsa ini kalau masih menggunakan UU yang ada sekarang,” kata Gatot di Gedung Pancasila, Kemlu, Jalan Pejambon, Jakarta Pusat, Kamis (1/6) lalu. (Fq)

SHARE