PDIP Tuding Gerindra Keluar Dari Pansus Karena Kecewa UU Pemilu

PDIP Tuding Gerindra Keluar Dari Pansus Karena Kecewa UU Pemilu

SHARE

Publik-News.com – Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno menganggap keluarnya Frasksi Gerindra dari pansus angket KPK dikarenakan kecewa dengan hasil UU Pemilu, terutama soal presidential threshold yang disepakati 20-25 persen.

“Gerindra menjadikan keanggotannya dalam pansus sebagai alat tawar-menawar. Begitu ia meminta PT tidak nol, dia keluar,” kata Hendrawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (26/7/2017).

Hendrawan menegaskan PDIP tidak akan mencabut dukungannya terhadap pansus. Sebab, PDIP ingin membenahi kinerja KPK agar lebih baik.

“Tidak, karena komitmen kami membenahi dan menempatkan KPK secara proporsional dan profesional sesuai dengan harapan pendiriannya,” katanya.

Sebelumnya, Fraksi Gerindra mundur dari pansus angket KPK karena menilai keberadaan pansusi menyalahi prosedur yang diatur dalam UU MD3.

Selain itu, Gerindra menganggap kinerja pansus merusak citra DPR dengan mendatangi Lapas Sukamiskin, Bandung.

“Gerindra keluar dari Pansus. Saya bukan anggota Pansus lagi,” tegas Desmond di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (24/7/2017).

“Saya pernah ancam di salah satu media, kalau mereka datang ke sana maka Gerindra akan keluar, jadi tujuannya ini melemahkan kelembagaan atau mencari celah. Bagi Gerindra kita setuju di Pansus karena ada penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan oknum di KPK, maka Pansus ini dalam rangka memperbaiki kinerja KPK terhadap apa yang dilakukan oknum. Bukan institusi yang kita lemahkan,” bebernya.(Fq)

 

 

SHARE
Comment