Pemakaman Muhammad Ali dalam Tradisi Islam Tapi untuk Semua Agama

Pemakaman Muhammad Ali dalam Tradisi Islam Tapi untuk Semua Agama

SHARE

 

Prosesi jenazah dan pemakaman Muhammad Ali akan dilangsungkan dalam sebuah upacara besar antar iman namun dalam tradisi Islam, hari Jumat (10/6) mendatang.

Hal ini dimaksudkan untuk “memungkinkan siapapun dari seluruh dunia untuk mengucapkan selamat tinggal,” papar pernyataan keluarganya.

Upacara utama penghormatan jenazah akan digelar pada pukul 14:00 waktu setempat (24:00 WIB) di KFC Yum Center, yang berkapasitas lebih dari 20.000 orang.

Ia akan dimakamkan di Pemakaman Cave Hill di kota kelahirannya tahun 1942 di Louisville, Kentucky. Mantan Presiden Bill Clinton akan menyampaikan pidato penguburan.

 

Sebuah upacara keluarga untuk menghormati jenazah akan diselenggarakan pada hari Kamis.

Juara dunia kelas berat tiga kali, dan salah satu tokoh olah raga terbesar di dunia, meninggal dunia di Phoenix, Arizona, dan jenazahnya akan diterbangkan ke Kentucky dalam dua hari ke depan.

Muhammad Ali “merupakan seorang warga dunia dan mendiang ingin orang-orang dari semua lapisan masyarakat dapat menghadiri pemakamannya,” kata juru bicara keluarga, Bob Gunnell.

“Dan upacara pelepasannya akan mencerminkan pengabdiannya kepada umat manusia dari semua ras, agama dan latar belakang.”

Bob Gunnell mengatakan pula, sebelum meninggal pada pukul 21:10, sang legenda mampu untuk mengucapkan selamat tinggal kepada istri dan anak-anaknya, yang hadir untuk saat-saat terakhirnya.

Seorang putri Ali, Hana Ali mengungkapkan: “Hati kami sungguh terluka. Tetapi Ayah sudah terbebas sekarang.Kami berupaya keras untuk tetap tegar, dan berbisik di telinganya: ‘Engkau bisa pergi sekarang. Kami akan baik-baik saja. Kami mencintaimu. Terima kasih. Engkau bisa pulang kepada Tuhan sekarang.’ Kami semua mengelilinginya, menciumnya, memeluknya, dan memegang erat tangannya, membacakan doa-doa Islam. Semua organ tubuhnya mengalami kegagalan, namun JANTUNG ayah tak henti berdetak. Selama 30 menit… jantungnya terus saja berdetak. Tak ada yang pernah mnelihat kejadian seperti ini. Sebuah pernyataan nyata tentang Semangat dan Tekadnya. Terima kasih semuanya untuk kasih dan dukungan Anda semua.

Di kota asalnya, bendera-bendera dikibarkan setengah tiang di balai kota dan di berbagai tempat lain, dan ribuan orang mengunjungi Muhammad Ali Center atau mengunjungi rumah masa kecilnya yang sederhana di Grand Avenue.

Setelah upacara keluarga pada hari Kamis, acara hari Jumat akan dimulai dengan penghormatan yang masih dikhususkan untuk anggota keluarga di rumah duka di Louisville.

Jenazah Ali kemudian akan dibawa dalam suatu prosesi melalui jalan-jalan utama Louisville, termasuk sebuah jalan yang menyandang namanya serta melewati Broadway, tempat berlangsungnya prosesi di tahun 1960 untuk merayakan medali emas yang direbutnya di Olimpiade Roma.

Presiden AS Barack Obama mengatakan, Ali “bukan semata seorang penyair yang mahir di depan mikrofon sebagaimana seorang petarung yang jago di atas ring, namun juga seorang manusia yang berjuang untuk apa yang diyakini sebagai kebenaran. Seorang manusia yang berjuang untuk kita.”

“Muhammad Ali telah mengguncang dunia. Dan dunia jadi lebih baik karenanya. Kita semua jadi lebih baik karenanya.” [bbc.com, 5 Juni 2016]

 

SHARE
Comment