Pemeriksaan Pertama Sebagai Tersangka Kasus SMS Gelap, Hary Tanoe Mangkir

Pemeriksaan Pertama Sebagai Tersangka Kasus SMS Gelap, Hary Tanoe Mangkir

SHARE

Publik-News.com – Direktur Utama PT MNC Hary Tanoesoedibjo hari ini mangkir dari pemeriksaan yang dijadwalkan penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Selasa (4/7/2017). Hary Tanoe rencanananya akan diperiksa sebagai tersangka dalam kasus SMS bernada ancaman kepada Penyidik Kejaksaan Agung.

“Pak HT belum bisa menghadiri panggilan Bareskrim karena ada keperluan yang mendesak,” kata kuasa hukum Hary, Adidharma Wicaksono dalam pesan singkat. Menurut Adidharma, kliennya baru bisa memenuhi panggilan pemeriksaan pada Selasa (11/7) pekan depan.

Sebelumnya, Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim sudah mejadwalkan pemeriksaan perdana terhadap Hary Tanoe pada hari ini, Selasa (4/7). Sebelum ditetapkan menjadi tersangka, Hary Tanoe sebelumnya diperiksa sebagai saksi terkait SMS bernada ancaman ini kepada Kepala Subdirektorat Penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Yulianto

Berikus isi SMS itu, “Mas Yulianto, kita buktikan siapa yang salah dan siapa yang benar. Siapa yang profesional dan siapa yang preman. Anda harus ingat kekuasaan itu tidak akan langgeng”.

“Saya masuk ke politik antara lain salah satu penyebabnya mau memberantas oknum-oknum penegak hukum yang semena-mena, yang transaksional yang suka abuse of power. Catat kata-kata saya di sini, saya pasti jadi pimpinan negeri ini. Di situlah saatnya Indonesia dibersihkan”.

Pesan yang dikirim melalui WhatsApp itu beberapakali diterima Yulianto. Pertama, pesan itu dikirim pada 5 Januari 2016 sekitar pukul 16.30 WIB. Kemudian, berlanjut pada 7 Januari dan 9 Januari 2016

Isi pesan yang ditambahkan, “Kasihan rakyat yang miskin makin banyak, sementara negara lain berkembang dan semakin maju”.(Fq)
Yulianto kemudian melaporkan Hary Tanoe dengan sangkaan melanggar Pasal 29 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE).(Fq)

SHARE
Comment