Home Ekonomi Kreatif Pemerintah Berhasil Tekan Inflasi Dibawah 4 Persen

Pemerintah Berhasil Tekan Inflasi Dibawah 4 Persen

20

Publik-News.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan apresiasi kepada seluruh kepala daerah dan anggota tim pengendali inflasi baik di pusat ataupun daerah karena selama 4 tahun ini mampu menekan inflasi pada angka di bawah 4%.

“Tahun 2015 di angka 3,35%, 2016 3,0%, 2017 3,1%. Lompatan seperti ini harus terus kita lanjutkan karena saya lihat sekarang koordinasi antara pusat dan daerah semakin baik, ada Satgas pangan dan juga yang ada di pusat dan daerah juga bekerja dengan baik,” ujar Jokowi.

Hal tersebut disampaikan Jokowi saat memberikan sambutan pada Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi Tahun 2018, di Grand Sahid Jaya, Jakarta, sebagaimana dilansir laman setkab, Kamis (26/7/2018).

Dengan koordinasi yang baik, menurut Jokowi, inflasi yang stabil dan diharapkan semakin tahun, semakin turun semakin baik. Ia juga berharap nilai inflasi berkisar antara 1 dan 2 sehingga sama seperti negara-negara yang maju dan stabilitas harga tetap bisa terjaga.

Problem sekarang ini, menurut Jokowi, adalah ketidakpastian ekonomi global sulit diprediksi dan dikalkulasi karena kebijakan-kebijakan memang pada posisi transisi yang menuju pada norma yang baru.

Untuk itu, persiapan antisipasi itu, menurut kepala negara, betul-betul harus terus dilakukan dan merespons perubahan-perubahan yang ada.

“Ada dua problem besar yang terus selalu saya sampaikan, yang ini menjadi kewajiban kita bersama, yang masih harus kita carikan jalan keluarnya bagi negara kita, problem defisit transaksi berjalan, problem defisit neraca perdagangan,” ujarnya.

Kalau fundamental ini bisa diperbaiki, lanjut dia, Indonesia akan menuju pada negara yang tidak akan terpengaruh oleh gejolak-gejolak ekonomi dunia.

Mengenai neraca perdagangan, Jokowi menyampaikan bahwa terkait urusan impor dan ekspor posisi saat ini masih defisit. Ia menambahkan bahwa penyebabnya karena impor lebih banyak sedangkan ekspor lebih sedikit.

“Problemnya adalah di investasi, di ekspansi-ekspansi usaha. Oleh sebab itu, saya titip pada Gubernur, Bupati, Wali Kota, urusan yang berhubungan dengan investasi yang orientasinya ekspor, atau investasi yang itu adalah substitusi barang yang impor, sudahlah jangan ada pembicaraan lagi,” katanya.

Kepala Negara meminta untuk jangan pikir panjang-panjang, ditanya macam-macam sehingga batal dan tidak jadi investasi di Provinsi, Kabupaten/kota. Ia menambahkan bahwa yang namanya investasi dan orientasi ekspor harus dibuka lebar-lebar.
Saat ini, lanjut dia, di pusat juga sudah ada online single submission (OSS).

Program OSS ini, tambah Presiden, bisa masuk ke provinsi, kabupaten, dan kota, serta dapat di-trace pengurusan izin berhenti di mana. Kalau sudah surplus neraca perdangan, sambung Presiden, mau ada gejolak apapun tidak akan ada masalah.

“Pertama, saya titip itu, investasi orientasinya ekspor. Yang kedua, investasi yang berkaitan dengan subtitusi barang-barang impor, buka lebar-lebar,” ujarnya. (Red)

Comment