Pemerintah Harus Memperhatikan Reformasi Struktural Keuangan

Pemerintah Harus Memperhatikan Reformasi Struktural Keuangan

SHARE

Publik-News.com – Anggota Komisi IX DPR RI Heri Gunawan mengatakan, reformasi struktural anggaran keuangan harus mampu menjaga stabiltas dan daya tahan sistem keuangan. Pasalnya, kata Heri, reformasi struktural anggaran adalah faktor vital untuk menjaga pertumbuhan ekonomi yang kuat, tepat, dan berkesinambungan.

“Reformasi struktural, terutama dalam hal penganggaran, mesti menjadi perhatian penting pemerintah,” ujar Heri kepada Publik-News.com, Sabtu (23/7/2016).

Menurut Heri,tantangan utama reformasi struktural anggaran adalah bagaimana menjaga stabilitas ekonomi makro. Jalan yang bisa ditempuh adalah, tambahnya, menjaga disiplin keuangan, integrasi kebijakan keuangan, dan pentingnya daya tahan sistem keuangan. Saat ini, defisit APBN kita saja sudah hampir mencapai 3%. Dalam APBN-P 2016 saja sudah mencapai 2,48 persen.

“Defisit yang makin lebar itu bisa membawa bangsa ini ke jurang krisis. Setidaknya dampaknya akan terlihat dari pertumbuhan kredit yang melambat, pertumbuhan ekonomi yang stagnan, inflasi yang tinggi serta pelemahan mata uang,” tambah Heri.

Lebih jauh, Politisi dari Fraksi Gerindra ini mengatakan, dDalam reformasi strktural keuangan itu, pemerintah harus menciptakan ruang fiskal baru. Saat ini, pinjaman dari luar sudah mencapai 45%-55% dan forex invesment sudah defisit hingga 20 juta. Sebab itu, langkah yang bisa dilakukan adalah mencaru sumber penerimaan baru dan penyusunan belanja yang lebih prioritas, seperti kemandirian pangan dan energi, peningkatan daya saing industri, dan tersedianya sumber2 pendanaan, dan lain-lain.

“Setidak-tidaknya, kita butuh sekitar Rp500 triliun untuk pendanaan, termasuk untuk biaya pendidikan dan pengentasan kemiskinan,” pungkasnya.

Dikatakan Heri, hal lainnya yang harus dilakukan oleh pemerintah adalah mendorong percepatan penyerapan belanja pemerintah, meningkatkan peran pemerintah daerah dalam pembangunan, mengundang investasi modal langsung (FDI) serta pembenahan infrastruktur. Dengan demikian, Heri berharap reformasi struktural anggaran bisa tergambar pada platform kebijakan keuangan yang strategis dan terintegrasi di masa yang akan datang.

“BI, OJK, LPS, mesti bersinergi untuk menjaga stabilitas dan ketahanan sistem keuangan nasional. Jangan hanya bersandar pada satu instrumen saja, tapi mesti lebih memperkaya instrumen lainnya,” tutup Heri.

(Hurri Rauf)

Comment