Pemerintah Pusat Jangan Biarkan Pabrik Semen Rembang Terkatung-Katung

Pemerintah Pusat Jangan Biarkan Pabrik Semen Rembang Terkatung-Katung

SHARE

Publik-News.com – Pemerintah pusat diharapkan segera mengizinkan pabrik semen Rembang beroperasi. Jika tidak, hal itu akan membuat para investor enggan masuk ke Rembang untuk membantu mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran, jika pemerintah pusat tidak memberikan kepastian kepada Semen Rembang.

Investor lokal Rembang, Atna Tukiman, mengatakan Rembang merupakan Kabupaten termiskin yang berada di Jawa Tengah. Menurutnya, salah satu yang dapat membantu mengurangi angka kemiskinan adalah dengan cara menarik investor dan membuat mereka merasa nyaman dan aman.

“Dibandingkan kota-kota di sekitarnya, jumlah penduduk miskin di Rembang masih sangat banyak. Makanya kami salah satu kabupaten termiskin di Jateng. Agar jumlah penduduk miskin berkurang, mau tidak mau harus banyak uang yang masuk ke Rembang. Agar banyak uang masuk, pemda dan masyarakat harus terbuka menerima masuknya para investor. Sebab investor masuk pasti membawa uang,” ujar dia seperti dikutip Publik-News.com dari pemerahputih.com, Jumat (10/11/2017).

Menurut Atna, Rembang merupakan salah satu daerah yang cukup stretegis untuk menarik investor. Selain terletak di jalur Pantura yang dilalui jalan besar yang mengubungkan Jakarta-Surabaya, Rembang juga memiliki sarana pelabuhan “Adanya dua sarana itu secara otomatis memudahkan bagi investor,” katanya.

Atna menuturkan Semen Rembang sudah dapat menarik beberapa investor. “Ya jelas pengaruhnya sangat luar biasa. Terbukti dengan masuknya Semen Indonesia, sekarang sudah ada beberapa investor yang siap masuk Rembang. Termasuk investor yang sudah masuk, seperti pabrik sepatu yang mulai membangun pabrik,” tukas Atna.

Atna mengakui jika Pemda sangat berharap banyak investor yang datang dan berinvestasi. Begitu juga mayoritas masyarakat. Namun, ada ada sebagian kecil warga yang tidak paham dan mencurigai investor. Sebagian kecil masyarakat itu, kata dia, menganggap bahwa para investor akan menyingkirkan pengusaha lokal dan merusak lingkungan.

“Saat ini pemda sudah sangat welcome. Memang masih ada kendala di masyarakat. Sebenarnya masyarakat Rembang mudah diajak berembug. Namun karena tingkat pendidikannya minim, masih ada sebagian kecil yang curiga dengan investor. Jangan-jangan malah mengganggu, jangan-jangan menyingkirkan pengusaha lokal, atau jangan-jangan merusak lingkungan,” katanya.

Untuk diketahui, semen Rembang belum berani beroperasi. Hal ini disebabkan karena pemerintah pusat belum mengeluarkan izin. Dan hasil Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) Kendeng masih berada di meja Presiden Joko Widodo. (HR/PN).

 

SHARE
Comment