Pemuda Muhammadiyah Anggap Polisi Tak Serius Usut Kasus Penganiayaan Novel

Pemuda Muhammadiyah Anggap Polisi Tak Serius Usut Kasus Penganiayaan Novel

SHARE

Publik-News.com – Kasus penyiraman terhadap penyidik KPK Novel Baswedan sudah berjalan kurang lebih tiga bulan semenjak ditangani oleh polisi. Namun sampai saat ini belum ada tanda-tanda pelakunya ditemukan.

Ketua Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak menilai lambannya penanganan kasus penyiraman terhadap penyidik senior lembaga adhoc itu karena tidak ada keseriusan dari polisi.

“Pertama, tidak ditemukannya sidik jari dalam gelas yang ditemukan di sekitar lokasi kejadian yang diduga digunakan oleh pelaku penyiraman. Kita jadi menduga ada polisi berbohong. Bilangnya hanya sedikit tidak mencukupi,” ujar Dahnil di Kantor Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (26/7/2017).

Menurut Dahnil, Pada dasarnya polisi telah banyak informasi dan barang bukti yang dikumpulkan oleh penyidik terkait kejadian tersebut. Namun sampai hitungan ke 106 hari ini, Polri masih belum juga menemukan titik terang.

“Tidak kurang 56 orang telah diperiksa sebagai saksi untuk dimintai keterangan, rekaman CCTV yang berada di lokasi kejadian juga sudah diambil oleh pihak penyidik, belum juga menemukan titik terang,”tutur Dahnil.

SHARE
Comment