Pemuda Tani HKTI Siap Bantu Pemerintah Berantas Mafia Pupuk Bersubsidi

Pemuda Tani HKTI Siap Bantu Pemerintah Berantas Mafia Pupuk Bersubsidi

SHARE

Publik-News.com – Pemerintah tengah memperketat pengawasan penyaluran pupuk bersubsidi ke tiap daerah. Pasalnya, selama ini distribusi pupuk subsidi rentan diselewengkan. Terlibih, mafia pupuk bersubsidi terus bergentayangan dan pelakunya sebagian sudah ditangkap oleh aparat kepolisian.

Dewan Pengurus Nasional Pemuda Tani Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) siap bekerja sama dan membantu pemerintah dalam memberantas mafia pupuk tersebut. Hal ini katakan Ketua Umum DPN Pemuda Tani HKTI, Rina Saadah Adisurya. Menurut dia, melakukan pemberantasan mafia pupuk harus melibatkan sejumlah kalangan. Pemerintah tidak bisa bergerak sendiri. Ia harus dibantu menyalurkan dan mengawal pupuk bersubsidi tersebut.

“Tentu kita ini memang harus sinergi dengan berbagai elemen masyarakat pertanian (dalam memberantas masalah mafia pupuk). Dan Pemuda Tani HKTI sendiri akan menfasilitasi pengaduan masyarakat jika menemukan penyelewengan panyaluran pupuk bersubsidi. Kita juga bekerja sama dengan dinas pertanian,” ujar Rina di kantornya, Senin (8/1/2018).

Rina menegaskan bahwa penyelewengan pupuk bersubsidi merupakan pelanggaran hukum. Namun demikian, kata dia, tidak mudah memang mengungkap penyelewengan itu jika tidak ada kerja sama antara pemerintah dengan elemen masyarakat.

“Permasalahan (penyelewangan pupuk bersubsidi) ini memang seakan-seakan belum terselesaikan sampai sekarang. Dan seakan-akan dibiarkan meski menguntungkan pihak-pihak tertentu. Pemuda Tani HKTI tentunya akan mengadvokasi permasalah tersebut,” tukas dia.

Dalam kesempatan itu, Rina juga mengajak generasi muda Indonesia menggarap lahan-lahan pertanian yang belakangan ini mulai tak digarap oleh pemiliknya. Pemuda Tani HKTI, kata dia, juga sudah siap memberikan pelatihan, pendampingan, dan memberikan akses pemasaran hasil pertanian generasi muda sampai ke luar negeri.

Kita dorong anak-anak muda untuk menjaid petani. Caranya ya memberikan akses dalam bentuk program-program, pelatihan, pasarnya seperti apa, sampai akses pemasarannya ke luar negeri. kita bisa singkronkan di situ,” katanya.

“Yang penting anak-anak muda itu kembali menjadi petani. Bahwa menjadi petani tu kren, menjadi petani kalian menjadi tulang punggung negara. Kalianlah yang membiayai negara. Jadi harus bangga menjadi petani,” tutup dia. (RF/PN)

Comment