Pendukung Prabowo dan Jokowi Saling Serang di Medsos Membuat Mahfud MD Prihatin

Pendukung Prabowo dan Jokowi Saling Serang di Medsos Membuat Mahfud MD Prihatin

SHARE

Publik-News.com – Perang terbuka dan mulai memanas antara pendukung Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Presiden Joko Widodo di media sosial menjelang Pilpres 2019 membuat mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD prihatin.

Keprihatinan Mahfud tersebut dikulwit melalui akun Twitter miliknya @mohmahfudmd. Menurut Mahfud, saling serang antara pendukung Prabowo dan Jokowi sudah tidak sehat. Padahal, kata dia, Prabowo dan Jokowi tidak bermusuhan, meski kedua tokoh itu pernah berkompetisi pada Pilpres 2014 silam.

Ada lima poin yang kulwitan Mahfud. Berikut kelima poin Mahfud tersebut selengkapnya.

(NKRI-1) Sahabat2, Sy prihatin melihat perang di medsos menyongsong Pilpres 2019 yg umumnya spt memperhadapkan kubu Jokowi dan kubu Prabowo sbg musuh. Di antara para pendukung sudah saling serang secara tdk sehat dan tidak baik bagi masa depan NKRI. Anda diadu domba, Kawan.

(NKRI-2) – Pak Prabowo dan Pak Jokowi itu bkn musuh, mereka hanya berkompetisi scr politik. Pak Prabowo itu sdh saling berkunjung dengan Pak Jokowi. Banyak pertemuan mereka yang diberitakan, banyak yang tak diketahui publik. Masa, Anda kalap pd-hal mereka rukun. Ayolah, jaga NKRI

(NKRI-3) Pak Prabowo dan Pak Jokowi itu sudah jauh move on, saling beropelukan, saling tertawa, dan naik. Belum lagi pertemuan mereka yg tidak diberitakan dan berbicara yang substantif. Belum lagi pertemuan antar Tim inti mereka. Masa Anda msh mau saling bermusuhan. Jagalah NKRI.

(NKRI-4) Kawan, Anda juga jangan terjebak pada isu pengajuan tokoh sebagai calon kelompok Islam, padahal ybs tidak punya basis sosial Islam, tak paham Islam, dan tdk lbh Islami daripada yg hendak dilawankan. Islam itu rahmat bagi alam, damai, bersahabat, terbuka thd perbedaan.

(NKRI-5) Maksud sy, kalau mendukung orng ya dukunglah krn konsep dan integritasnya. Tapi kalau mau mendukung krn agama, ya, dukunglah yg memang betul2 mengerti agama, bkn yg hny menjadikan agama, ulama, dan umat sbg tunggangan dan berbau radikal. Pd-hal, misalnya, salat sj “tdk”.

(NKRI-6) Kawan, hati2 jugalah thd pengadu domba yg mengorganiasir diri dlm kelompok buzzer. Mereka berbagi peran, yg separuh pura2 mendukung dan memuja si A, yg separuhnya pura2 mendukung dan memuja B. Lalu memancing emosi kita utk ikut dan saling bertengkar. Tertawalah mereka.

(NKRI-7) Akhirnya, Kawan. Pilpres itu hanya untuk memilih pemimpin kita selama lima tahun, rugi kalau hanya karena itu kita bermusuhan untuk selamanya. Rugi NKRI ini jika kita tak dewasa-dewasa juga. Tabik (Mahfud MD).

Untuk diketahui, pandangan Mahfud tersebut dikulwit pada 26 Maret 2018 lalu. (PN).

 

Comment