Pengacara Sebut Pelaporan Habib Rizieq Ke Polda Bali Syarat Politis

Pengacara Sebut Pelaporan Habib Rizieq Ke Polda Bali Syarat Politis

SHARE

Publik-News.com – Imam Besar FPI Habib Rizieq dilaporkan ke Polda Bali atas dugaan menyebarkan ujaran kebencian. Pelaporan ini ditanggapi kuasa hukum yang dinilai syarat dengan politis.

“Ini sengaja untuk dimunculkan supaya tumbuh (isunya). Tapi ini menguatkan jelas ini peristiwa politis. Kalau masalah yuridis sudah ada platform dan standarnya. Kalau sudah ada politis ini bisa ditarik kemana-mana, tergantung kepentingan dan pengelolaannya. Kalau sudah begitu kepastian hukum pasti hilang,” kata . Pengacara Habib Rizeiq, Kapitra Ampera saat dihubungi, Jumat (9/6/2017).

Menurut Kapitra, laporan itu terkesan janggal karena kejadiannya sudah terjadi pada tiga tahun lalu. Termasuk lokasi di mana Habib Rizieq menyampaikan ceramah tidak disebutkan secara spesifik.

“Ya kelihatan semua dibudidayakan ya, sehingga menjadi tumbuh subur. Laporan-laporan itu yang tiga tahun yang lalu, lokasinya pun tidak disebutkan di mana. Jadi semua itu, negara itu kayak nggak ada pagar hukumnya lagi. Pidana itu harus ada peristiwa tempat dan waktu pidananya. Mana bisa kalau kita dilaporkan ke Bali,” ujarnya.
Kapitra mayakini apa yang disampaikan Habib Rizieq tidak bermaksud untuk meyinggung perasaan umat beragama lainnya.

“Saya pikir itu panjang, lebih baik didengarkan langsung. Jadi nampaknya konteksnya bukan seperti itu. Karena kan dia berkawan dengan banyak orang kan, bermacam-macam,” tuturnya.

“Karena agama itu kan bagian dari keyakinan manusia, dan Islam juga nggak ada pemaksaan apalagi mencaci maki agama orang,” terangnya.

Sebelumnya, sejumlah pengacara dan tokoh masyarakat melaporkan Habib Rizieq ke Polda Bali. Habib Rizieq diduga menyampaikan ceramah yang mengancam keselamatan umat Hindu di Indonesia saat mengisi acara di acara di Petamburan, Jakarta Pusat, beberapa tahun lalu.

Video ceramah Habib Rizieq itu kemudian diunggah Youtube dengan judul ‘Sikap Imam Besar FPI Terhadap ISIS’. Video ini kemudian menjadi alat bukti yang dibawa ke polisi. (Fq)

SHARE