Pengamat: Mengapa HTI Baru Dibubarkan?

Pengamat: Mengapa HTI Baru Dibubarkan?

SHARE

Publik-News.com – Pengamat hukum tata negara dari Universitas Padjadjaran Indra Perwira menganggap keputusan pemerintah untuk membubarkan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) terbilang aneh. Pasalanya, HTI yang sudah berdiri sejak 15 tahun silam mengapa baru sekarang dibubarkan.

Menurutnya, kebijakan pemerinta membubarkan HTI sangat tidak tepat. Sebab, kondisi HTI yang saat ini lemah langsung dibubarkan, sementara HTI masih kuat-kuatnya beberapa tahun silam pemerintah memilih bungkam.

“Sekarang, kondisi perjuangan mereka justru berada dalam titik terlemah. Kalau saya melihat ini aneh, kenapa sekarang dibubarkan? Waktu HTI kuat tidak ada (pembubaran), sekarang waktu lemah malah dibubarin,” kata Indra beberapa waktu yang lalu.

Indra menilai apa yang dilakukan HTI selama ini tidak mengancam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Belum lagi, kata dia, ada ormas islam lainnya yang bisa membentengi gerekan HTI terkait gerakannya selama ini yang dianggap membahayakan.

“Tidak (mengancam) juga. Mereka dari berbagai diskusi sudah dipatahkan oleh kelompok Islam lain. Kalau mereka mengatasnmakan Islam, mereka punya masalah sendiri karena tidak semua umat Islam sepakat dengan HTI,” ucap dia.

Seharusnya, lanjut dia, pemerintah lebih objektif ketika memberikan izin pembentukan organisasi. Jika dari awal sudah dianggap bertentangan dengan ideologi pancasila, mestinya langsung dibekukan.

“Pemerintah harus selektif dalam memberikan izin pembentukan organisasi masyarakat. Kalau dilihat tidak sesuai, dari awal dihantam, jangan sudah masif baru dibubarin. Karena nanti reaksinya macam-macam dan ideologinya sudah menyebar,” tuturnya.(Fq)

 

SHARE
Comment