Pengamat Politik UI dan UNAS Sarankan Kolompok 212 Dukung PBB Jika Ingin...

Pengamat Politik UI dan UNAS Sarankan Kolompok 212 Dukung PBB Jika Ingin Perkuat Umat Islam

SHARE

Publik-News.com – Umat Islam, khususnya kolompok 212 diminta solid bersatu pada Pemilu 2019 mendatang. Kolompok ini juga disarankan tidak golput dan menyalurkan suaranya kepada Partai Bulan Bintang (PBB) jika ingin memperkuat posisi umat Islam di Indonesia.

Demikian sebagian penggalan dua pemateri diskusi publik “Strategi Pemenangan Partai Politik Islam” Rabu (21/3/2018). Diskusi ini menghadirkan Pengamat Politik dari Universitas Indonesia (UI) Nazaruddin Sjamsuddin dan Ketua Program Doktor Ilmu Politik UNAS Dr. TB. Massa Djafar sebagai pembicara. Pelaksana kegiatan diskusi ini adalah Majelis Syura Partai Bulan Bintang.

Nazaruddin Sjamsuddin memparkan umat Islam akhir-akhir mengalami tekanan dari pihak-pihak tertentu. Padahal, negara ini dihuni oleh umat Islam sebagai warga negara mayoritas. Begitu juga dengan beberapa partai Islam, yang oleh Nazaruddin disebut mengalami tekanan karena menerapkan politik pragmatis.

“Di saat partai Islam lain menikmati praktik politik pragmatis itu, maka PBB sebagai partai Islam harus menjadi pemersatu umat Islam. PBB juga bisa menjadi partai yang mempelopori perlindungan umat Islam dari tekanan-tekanan itu,” papar Nazaruddin.

Dalam kesempatan itu, Nazaruddin juga memaparkan hal yang diperjuangkan kolompok 212. Kolompok ini terdiri dari berbagai ormas. Awal mula berdirinya kolompok ini berawal dari adanya penistaan agama. Jumlah kolompok 212 ini disebut-sebut mencapai 7 juta lebih.

Menurut Nazaruddin, hal yang diperjuangkan kolompok 212 ini sama dengan PBB. Maka itu, kata dia, perlu didorong ada kerja sama antara 212 dengan PBB jika keduanya sama-sama tidak ikhlas umat Islam ditekan dan dipojokkan.

“Suarakan terus bahwa Islam tidak bertentangan dengan Pancasila. PBB juga bisa melakukan pembelaan terhadap umat Islam yang dipinggirkan,” pungkasnya.

Hal yang sama juga dipaparkan, TB Massa. Bagi dia, jika kolompok 212 tidak ingin ditekan dan dipinggirkan sebaiknya bergabung dan menjadi caleg di PBB pada Pemilu 2019 mendatang. Kemudian, kata dia, perlu juga dibangun kontrak dari Caleg PBB dengan konstituennya.

“Suara 4 persen (ambang batas pemilu) tidak sulit bagi PBB karena sudah ada modal 2 persen suara. Dan 212 ini sumber daya politik. 212 pemilih rasional, militan dan kritis. 212 ini tak bisa dinafikan dan ini yang harus jemput PBB,” katanya. (PN)

Comment