Penggunaan Lampu Laser di Sekitar Bandara El Tari Kupang Ganggu Aktivitas Penerbangan

Penggunaan Lampu Laser di Sekitar Bandara El Tari Kupang Ganggu Aktivitas Penerbangan

SHARE

Publik-News.com – Penggunaan lampu laser di wilayah Kota Kupang dan sekitarnya sangat mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara El Tari Kupang, sehingga perlu segera ditertibkan oleh pihak berwenang.

“Kami sudah sampaikan kepada pemerintah daerah melalui surat resmi agak pihak berwenang segera menertibkan penggunaan lampu laser tersebut, karena sangat mengganggu manuver pesawat saat hendak lepas landas maupun mendarat di Bandara El Tari Kupang,” kata Kepala Pengamanan dan Risiko Manajemen Bandara PT Angkasa Pura I Bandara El Tari Kupang Gabriel Lusi Keraf di Kupang, Kamis (3/11/2016)

Ia mengharapkan pemerintah daerah segera mengambil langkah-langkah penertiban demi keamanan penerbangan dari dan ke Bandara El Tari Kupang.

Menurut Keraf, penggunaan lampu laser secara sembarangan di daerah ini sudah menjadi salah satu ancaman serius, karena sangat mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara El Tari Kupang.

Menurut dia, dalam sepekan terakhir sudah ada delapan komplain yang disampaikan pilot dari sejumlah maskapai penerbangan yang mendarat di Bandara El Tari pada malam hari.

“Mengacu pada laporan dari para pilot tersebut, maka PT Angkasa Pura I Bandara El Tari Kupang merasa sangat berkepentingan untuk meminta pemerintah daerah segera mengambil tindakan tegas terhadap pengguna lampu laser pada malam hari.

Dia menjelaskan, dalam kondisi pesawat hendak mendarat di ketinggian 4.500 kaki (1,37 km) dari permukaan laut, sinar laser yang diarahkan ke pesawat sangat terasa dan mengganggu pandangan pilot, bahkan dapat membuat pilot mengalami buta sesaat.

“Hal ini tentu akan berakibat buruk terhadap keamanan penerbangan, karena jarak pancaran lampu laser mencapai lebih dari dua kilometer yang sangat mengganggu pilot saat hendak mendaratkan pesawat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Kupang Thomas Dagang mengatakan, pihaknya belum mengambil langkah-langkah penertiban terhadap penggunaan lampu laser tersebut, karena belum ada petunjuk dari Wali Kota.

“Secara kelembagaan, kami harus mengacu pada aturan main yang berlaku sebagai dasar hukum untuk melakukan tindakan penertiban. Kami tidak mau mengambil risiko sendiri,” katanya menambahkan.

Dia juga mengakui bahwa penjualan lampu laser di Kota Kupang belakangan ini sudah mulai marak, namun salah digunakan oleh pemiliknya sehingga mengganggu aktivitas penerbangan saat mendarat dan lepas landas di Bandara El Tari Kupang.

“Kalau sudah ada keluhan dari para pilot seperti yang dilaporkan manajemen PT Angkasa Pura I Bandara El Tari Kupang itu menunjukkan bahwa penggunaan lampu laser sudah mengganggu keamanan penerbangan sehingga perlu segera ditertibkan,” kata Thomas Dagang

SHARE
Comment