Pengusaha Keberatan Soal Kenaikan UMP, Karena….?

Pengusaha Keberatan Soal Kenaikan UMP, Karena….?

SHARE

Publik-News.com – Pemerintah Provinsi se-Indonesia telah menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2018 sebesar 8,71 persen. Menanggapi hal itu, kalangan pengusaha menyatakan keberatan kenaikan upah sebesar itu, seharusnya ditentukan secara bersama-sama.

Pengurus Jaringan Pengusaha Nasional (Japnas) Hernoko Wibowo mengungkapkan, kenaikan UMP 8.71 persen bagi kalangan pengusaha sudah terlalu berat, apalagi temen-temen buruh minta naik sampai Rp3,9 juta, sangat tidak mungkin dengan kondisi perekonomian kita sekarang,” kata Hernoko saat dikonfirmasi wartawan di Jakarta, Rabu (08/11/2017).

Ia juga menjelaskan bahwa seharusnya buruh bisa rasional dengan beberapa komponen yang di ajukan dengan melihat realita kondisi sekarang. Coba kita lihat Industri berat seperti ritel, padat karya, pabrik besi dan baja dll itu pasti sangat keberatan karena dalam UMP itu semua sektor digeneralisir.

Lebih lanjut, Hernoko menilai setiap sektor industri tidak bisa dianggap mampu memenuhi kenaikan upah pegawainya hingga 8,71 persen. Terutama jika pertumbuhan di satu sektor industri kerap tidak dibarengi dengan peningkatan kinerja pada sektor industri lainnya sehingga itu juga perlu dipikirkan buruh.

Dan dia pun minta buruh agar mempertimbangkan rencana aksi yang akan dilakukannya untuk menolak UMP yang telah ditetapkan pemerintah dan jangan buat dunia usaha takut.

“Jika mau aksi kita tidak bisa larang, namun kalau bisa dipertimbangkan lagi, masih banyak cara yang bisa ditempuh dari pada membuat dunia usaha takut untuk berkembang, seharusnya dalam situasi seperti ini dibutuhkan kerjasama, kekompakan untuk terciptanya iklim usaha bagus dan investasi yang kondusif sehingga kepercayaan pasar dan investor terhadap ekonomi kita semakin besar sehingga nilai rupiah perlahan lahan tapi pasti semakin menguat.” tutupnya. (HR/PN)

SHARE
Comment