Home Opini Pentol Ganas

Pentol Ganas

Sebuah organisasi pasang judul “Penjaga Toleransi”, promosi kemana-mana bahwa dia mitra pemerintah dalam menumpas intoleransi, disingkat ‘Pentol’

Aktivitas yang nyatanya adalah, membubarkan kajian yang mereka anggap intoleran, tanpa pembuktian, tanpa diskusi, pokoknya asal mereka tidak suka, itu cukup.

Selain itu juga mereka tak menerima ada paham selain paham organisasinya, pokoknya intoleransi itu adalah semua yang mereka tak bisa toleransi, begitu kiranya.

Tak perlu diskusi, karena toleransi harga mati, walau harus bertindak intoleran, “karena toleransi adalah saya”, begitu katanya, makanya pakai nama “Penjaga Toleransi”.

Jangan berpikir bisa melapor pada pihak berwenang, karena pihak berwenang selalu akan bertindak “netral”, dan kenetralan ini sudah teruji di lapangan.

Maksudnya “netral” begini, ketika ada yang mau adakan kajian atau daurah tahfidz, diprotes ormas Pentol, maka “netral” itu artinya kajian dibubarkan, daripada potensi konflik.

Pihak berwenang tak lagi menegakkan keadilan, tapi yang ada hanya hukum rimba, siapa yang banyak dia yang menang, siapa yang kuat dia yang berkuasa.

Ada lagi partai namanya “Jaga Nasionalisme” disingkat ‘Ganas’. pasang tema nasionalisme diatas segalanya, keberagaman adalah Tuhan yang harus disembah.

Ini parternya Pentol dalam memberantas intoleransi dan juga paham radikalisme, adapun anggotanya yang rata-rata kelakuan preman, itu tak jadi soal, asal nasionalis.

Petinggi partai ganas ini terang-terangan memprovokasi dengan sentimen agama, mengajak membunuh sebelum dibunuh, ujarannya brutal, yang penting nasionalis.

Tak bisa dilaporkan dan ditangkap juga, sebab pihak berwenang beranggapan, yang nasionalis pastilah baik, dan dia bukan Muslim, jadi nggak akan bikin masalah.

Di negeri antah barantah, yang jadi korban malah yang disuruh taat hukum, yang dipersekusi malah dituntut untuk toleransi, yang dipukul justru yang disalahkan.

Di negeri antah barantah, yang mengingatkan masuk penjara, yang memprovokasi dapat gelar kehormatan, ulama dicurigai makar, yang makar malah disuruh sabar.

Di zaman Dajjal nanti, surga dimarketingkan jadi neraka, neraka diiklankan sebagai surga. Masa itu belum tiba, maka sepertinya Allah kasih kita latihan, di masa sekarang.

Tak perlu menduga siapa Pentol dan siapa Ganas, ini hanya saya tulis untuk menjaga kewarasan saya, dan jadi pelajaran agar kita terhindar dari sifat Pentol dan Ganas.

Oleh : Felix Siauw

 

Comment