Penyebab Indonesia Mengalami Krisis Regenerasi Petani Versi Pemuda HKTI

Penyebab Indonesia Mengalami Krisis Regenerasi Petani Versi Pemuda HKTI

SHARE

Publik-News.com – Indonesia dianggap mengalami krisis regenerasi petani. Hal ini dikatakan Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional Pemuda Tani Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Rina Saadah Adisurya.

Menurut Rina, ancaman krisis regenerasi petani disebabkan karena, selain kurangnya minat generasi muda, khususnya sarjana pertanian, dalam menggarap dan menfungsikan sektor pertanian, juga disebabkan karena faktor adanya penyempitan lahan yang belakangan ini mulai marak dijadikan tempat-tempat industri, seperti pembangunan property.

Karena itu, Pemuda Tani HKTI, kata Rina, terus bergerak dan menyusun program kerja sama dengan sejumlah pihak. Kerja sama tidak hanya dengan pemerintah, tapi juga dengan ormas-ormas besar, yang semata-mata bertujuan untuk membangkitkan kembali semangat generasi muda agar tertarik menggarap sektor pertanian.

“Kemarin Pemuda Tani HKTI sudah bekerja sama dengan PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama) dan mungkin kedepannya kerja sama lahi dengan Muhammadiyah dan ormas-ormas lainnya,” kata Rina di kantornya, Senin (8/1/2018).

Rina mengatakan penyebab generasi muda tidak tertarik menjadi petani karena mereka menganggap bahwa menjadi petani sebagai profesi yang seolah-olah tak dapat berkontribusi pada pembangunan Indonesia. Padahal, kata dia, menggarap sektor pertanian merupakan pekerjaan yang cukup bermanfaat bagi penataan negara ke arah yang lebih baik di masa yang akan datang.

“Jadi faktor generasi muda tidak tertarik (pada sektor pertanian) itu juga karena lahan kita bukan hanya sempit tapi juga kualitasnya menurun,” katanya

Kendati Indonesia mengalami ancaman regenerasi petani, Rina memastikan bahwa Pemuda Tani HKTI, akan terus berupaya mendorong pemuda Indonesia untuk menjadi orang sukses. Ada banyak cara yang sudah disiapkan dan disusun Pemuda Tani HKTI untuk meningkatkan spirit dan kesadaran generasi muda dalam menggarap lahan-lahan pertanian.

“Kita akan sinergis dengan para pemdua, kaum industrialis atau aktivis. Ini guna mempercepat revitalisasi pertanian, termasuk di dalamnya generasi petani itu sendiri. Kita juga akan memberikan pelatihan dan pendampingan sampai akses produk pertaniannya,” tegas Rina. (RF/PN)

Comment