Penyerangan Novel Diduga Terkait Korupsi Oknum Polisi

Penyerangan Novel Diduga Terkait Korupsi Oknum Polisi

SHARE

Publik-News.com – Ketua Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak menyampaikan hasil diskusi dengan Novel Baswedan terkait pertemuan Kapolri Janderal Tito Karnavian dengan Presiden Jokowi untuk melaporkan perkembangan kasusnya

Menurutnya, ada dua poin yang perlu disampaikan ke publik, pertema, keinginan Kapolri yang akan melibatkan KPK dalam satu tim untuk mengungkap kasus tersebut. Menurut Dahnil, tim ini dibentuk karena Novel berkeyakinan ada oknum polisi yang melakukan tindak pidana korupsi, sehingga harus melibatkan KPK mengusut kasus Novel.

“Karena, bila tidak ada kasus korupsi, maka permintaan Kapolri membentuk tim bersama dengan KPK, keliru. Karena bukan tupoksi KPK menangani kasus terorisme atau kekerasan seperti yang Novel Baswedan alami,” jelas Dahnil, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (1/8/2017).

Poin kedua, terkait pembentukan tim gabungan pencari fakta (TGPF). Kata Dahnil, Novel mempunyai pandangan tim itu dibentuk untuk diisi oleh orang-orang independen sehingga kepercayaan publik kepada polisi semakin meningkat.

“Objektifitas dan kualitas pengusutan, akan semakin baik dan Kapolri terbantu untuk mempercepat pengungkapan kasus ini sesegera mungkin,” tambahnya.

Dahnil menyebut aneh apabila Kapolri menolak dibentuknya TGPF padahal tim itu sebetulnya ingin membantu kualitas bekerja institusi kepolisian. (Fq)

SHARE
Comment