Perbandingan dan Makna Nomor Urut Paslon Cagub-Cawagub Pilkada Jakarta 2012 dan 2017

Perbandingan dan Makna Nomor Urut Paslon Cagub-Cawagub Pilkada Jakarta 2012 dan 2017

SHARE

Publik-News.com – Koordinator Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR), Masykuruddin Hafidz mengingatkan kembali tentang nomor urut masing-masing Paslon Cagub-Cawagub DKI Jakarta 2012 silam setelah tiga paslon yang akan berlaga pada Pilkada 2017 mengantongi nomor urut.

Pilkada 2012, Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional dan Partai Kebangkitan Bangsa, ‎yang mengusung Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli mendapatkan nomor urut 1. Kejadian ini sama dengan Nomor Urut yang diperoleh oleh ketiga Partai Politik tersebut di Pilkada 2017 di Pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Silviana Murni.

‎Pilkada 2012, Partai Gerindra bersama PDIP yang mengusung Jokowi Widodo-Basuki Thahaja Purnama mendapatkan nomor urut 3. Hal ini sama dengan nomor urut yang diperoleh oleh Partai Gerindra dan PKS yang mengusung Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

‎Pilkada 2012, dengan 6 pasangan calon yang berkompetisi, pasangan calon nomor 1 dan nomor 3 yang melaju ke putaran kedua. Pasangan calon nomor 1 yaitu Fauzi Bowo-Nahrowi Ramli yang didukung Partai Demokrat, ‎Partai Amanat Nasional, Partai Hanura dan Partai Kebangkitan Bangsa. Sementara pasangan calon nomor 3 Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama didukung oleh PDIP dan Gerindra.

Artinya Apa?

“Nomor urut ternyata tidak menentukan apa-apa. Sangat mudah bagi pemilih untuk menghafal urutan nomor pasangan calon beserta partai politik pengusung,” kata dia, Rabu (26/10/2016).

Menurut dia, menjadikan nomor sebagai angka keberuntungan apalagi mistik sudah bukan zamannya lagi. Sikap politik dan rasional jauh lebih dibutuhkan.

“Kemenangan bergantung pada adu konsep dan gagasan membangun Jakarta antar pasangan calon dan partai politik pengusung. Memanfaatkan masa kampanye secara intensif mempengaruhi pemilih dengan visi, misi dan program yang dicanangkan,” tutupnya.
(Hurri Rauf)

SHARE
Comment