Perihal Fakta Rangkaian Pendemo Ahok Sampai Selesai

Perihal Fakta Rangkaian Pendemo Ahok Sampai Selesai

SHARE
Jpeg

Publik-News.com – Aksi unjuk rasa puluhan ribu umat Islam yang berlangsung di beberapa titik di Jakarta sudah selesai, meski tidak berhasil menemui Presiden Jokowi. Aksi unjuk rasa terkait penistaan agama ini dimulai setelah shalat Jumat.

Berikut adalah rangkai kegiatan aksi unjuk rasa dari Gerakan Aksi Nasional Pendukung Fatwa MUI (GNPF-MUI) yang diterima Publik-News.com

I. Fakta – Fakta :

Pada tanggal 04 November 2016 pukul 11.00 sebanyak ± 70.000 orang dari Gerakan Nasional Pendukung Fatwa MUI (GNPF-MUI) titik kumpul Masjid Istiqal Jl. Taman Wijaya Kusuma Sawah Besar Jakarta Pusat pimpinan KH. Bachtiar Nasir dan Habib Rizieq Shihab. Adapun kegiatan yang dilaksanakan:

1. Kegiatan dalam rangka menyikapi dugaan penistaan Al Qur’an dan penistaan agama Islam yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta dalam pidatonya di Kepulauan Seribu dan meminta Bareskrim Polri menindak lanjuti Laporan atas kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Basuki Tjahaja Purnama (Gubernur DKI Jakarta).

2. Penyampaian tuntutan antara lain:

a. Mendesak Polri dan Pemerintah agar mengadili gubernur DKI Jakarta Basuki Cahya Purnama/Ahok Karna dinilai telah menista Agama.

b. Apabila tidak ada respon dari pemerintah, maka meminta Jokowi untuk mundur jadi Presiden.

c. Meminta Aparat Kepolisian menghukum dan menangkap serta menindak lanjuti

Laporan atas kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

d. Meminta KPK untuk segera menagkap Ahok terkait dugaan korupsi.

e) Penjarakan Ahok yang telah menghina Al Qur’an surat Al Maidah ayat 51.

f. Meminta secepatnya untuk memproses hukum Gubernur DKI Jakarta.

3. Spanduk/poster yang bertuliskan :

a. Tangkap Ahok penista agama bukan tangkap Nitizen yang memberikan info kepada publik, ayo Nitizen ganyang ketidakadilan, ayo umat islam ikutilah aksi bela islam.

b. Tangkap Ahok penista agama peleceh konstitusi, Ayo!!!! umat segenap umat islam, aksi bela islam.

c. Bareskrim Mabes Polri segera tangkap Ahok atau kami yang akan menangkapnya!!!

d. Aksi bela Islam tangkap dan penjarakan Ahok penista agama. Gerakan Masyarakat Jakarta.

e. Keluarga besar Al Qur’an Gubernur Muslim harga mati.

f. Tangkap dan Hukum penghina Al Quran.

g. Yahudi Indonedia Penjarakan Ahok Allahhu Akbar.

h. Aksi Bela Islam. Tangkap Penjarakan Ahok Penista Agama.

i. Warga Jakarta Menolak Ahok.

j. Bareskrim Mabes Polri segera tangkap Ahok atau kami yang akan menangkapnya !!

k. Pasukan berani mati, adili Ahok penista Agama.

l. Kalau minta maaf sudah cukup untuk menyelesaikan masalah lalu buat apa ada hakim dan Polisi.

m. Keluarga Besar LPI Jabar mengutuk keras kepada Ahok yang berulang kali menistakan Agama Islam.

n. KUI Purwakarta mendesak dan memberi dukungan moral kepada Kapolri dan Bareskrim untuk segera menangkap dan memproses hukum Ahok penista agama.

o. Keluarga Besar Istana Al Qur’an Siap hukum penghina Al Qur’an.

p. Keluarga Besar Istana Al Qur’an Usir Ahok.

q. Keluarga Besar Istana Al Qur’an Menolak pemimpin kafir.

r. Keluarga Istana Al Qur’an Say No To Ahok.

s. Kalau tidak suka cara saya jangan pilih saya nanti (Pilkada), Basuki TP (ahok) gubernur LO bukan gue.

t. Ahok melanggar undang-undang dasar 45 dan Pancasila, melakukan isu SARA, menebar kebencian, melanggar konstitusi, menciptakan keresahan dan melanggar hukum (AKBAR).

4. Elemen yang tergabung antara lain : Majelis Riyadlus Sholihin, Majelis Ta’lim Al-

Islamy, Majelis Tuyur, Majelis Imtiyas, Majelis Hikmah Islam,FPU (Forum Peduli Umat), PP. Darul Hikmah, PP. Darus Sa’adah, PP. Babul Khoirot, PP. Manarul Huda, PP. Pangeran Diponegoro, Ma’had Darur Rohmah, Pesantren Mahasiswa Bengkel Aqidah, Pesantren Mahasiswa ‘Amily, PP Al Karomah, Gerakan Masyarakat Ahlussunah wal Jamaah/Gemmas, Majlis Ulum Ar Rosul, Ma’had Tahfidzul Qur’an Al Islamy, Pesantren Mahasiswa Tanwir al Afkar Merjosari Malang, Ikadi/ikatan Dai Indonesia, Majelis Taklim Al Madinah Malang, Rampak Naong, FOSI, Jamaah Masjid Nurul Mutiah, PP Darun Nasyiin, Indonesia Islamis Busines Forum (IIBF) DPD Malang, Majelis Maulid Wat-Taklim AN-NAHDLIYYAH, Majelis Darul Hijrah Al-Habib Abdul Qadir Bin Umar, Mauladdawilah, PP Baitur Rahman, PP Al Urwatul Wustqo, Forum Ukhwah Muslimah Malang, Majlis Fastabiqul Khoirot Malang, PP Darut Tauhid, Forum Ukhwah Takmir Masjid se Malang, Forum Ukhwah Pemuda Islam Malang, Jamaah Masjid Abu Dzar al Ghifari, Majlis Dzikir WDDH, Forum Umat Islam, KAHMI KOTA, Dewan Masjid Indonesia, HTI, PW. PII, MASIKA ICMI, HIPKA, Front Pembela Islam, NU, Muhammadiyah, HMI, RMI, Sijarum Isntitute, Rumah Hukum, HUMANIKA, MUI Sumatera Selatan, Forum Mahasiswa Pembela Islam, Forum Pemuda Masjid, Jaringan Advokasi, Majelis Awwabien Palembang, Pusat Advokasi Hukum dan Hak Asasi Manusia, FBB dan Majelis Mujahidin Indonesia (MMI).
5. Pukul 13.30 massa melanjutkan aksi unjuk rasa dengan longmarch menuju Kantor Balai Kota DKI Jakarta Jl. M. Merdeka Selatan Gambir Jakarta Pusat.

6. Pukul 14.00 massa melakukan aksi ujuk rasa di depan Balaikota Jl. M. Merdeka Selatan Gambir Jakarta Pusat.

7. Pukul 14.20 massa melanjutkan aksi unjuk rasa menuju Patung Kuda Indosat Jl. M. Merdeka Barat Gambir Jakarta Pusat.

8. Pukul 14.45 massa melakukan aksi unjuk rasa di depan Patung Kuda Indosat Jl. M. Merdeka Barat Gambir Jakarta Pusat.

9. Pukul 15.00 massa melanjutkan aksi unjuk rasa menuju Istana Negara Jl. M. Merdeka Selatan Gambir Jakarta Pusat.

10. Pukul 15.25 massa melakukan aksi unjuk rasa di depan Istana Negara Jl. M. Merdeka Selatan Gambir Jakarta Pusat.

11. Pukul 15.40 s.d 15.45 perwakilan massa dari GNPF MUI Bpk. KH. Bachtiar Nasir diterima oleh Bpk. Pramono Anung (Sekretaris Kabinet) untuk menyampaikan /menyerahkan Petisi GNPF-MUI.

12. Pukul 15.50 KH. Bachtiar Nasir menyampaikan hasil pertemuan kepada massa Bahwa Presiden hari ini tidak ada di Istana Negara karena sedang ada tugas, sehingga diwakilkan oleh Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

– Catatan : Untuk petugas dan wartawan yang ingin meliput tidak ada yang diperkenankan masuk oleh pihak Paspampres yang diperkenankan masuk hanya Ustd.Bachtiar Nasir dan beberapa orang pendampingnya.

13. Menyampaikan orasi orasi yang disampaikan :

a. Pernjuangan belum berakhir, kita akan menegakkan Al Quran,Kita malu kepada masyarakat kalau perjuangan kita tidak berhasil dan Kami datang untuk membela agama kami, kalau negara tidak bisa memenuhi tuntutan kami, negara kami lawan, Kami datang karena kami mencium bau surga di Jakarta.

b. Kami datang karena jiwa kami di cabik-cabik, Al Quran di cabik-cabik, Kami jauh-jauh datang dari jauh karena agama kami di cabik-cabik, Saat ini ulama sedang melobi pihak istana agar dapat menemui Presiden Jokowi dan menangkap Ahok, apabila pihak Istana / Presiden Jokowi tidak menerima ulama maka kita siap menginap di Istana.

c. Kita semua ingin buktikan bahwa kehadiran kita ditempat ini karena panggilan iman kita tidak ada urusan politik maupun di bayar, Karena motivasi yang tulus adalah untuk membela agama kita oleh karena itu janga mengambil inisiatif sendiri-sendiri, Kita akan tunjukkan, jutaan umat Islam datang kesini, tidak ada tumbuhan yang dirusak dan pagar yang di rubuhkan dan Kalau Jokowi tidak memperhatikan tuntutan umat Islam jangan salahkan kalau umat Islam akan merebut dan menduduki Istana.

d. Kalau Jokowi tidak mengahargai umat Islam dan tidak menemui kita maka kita siap menginap disini, Jokowi jangan main-main dengan umat Islam karena umat Islam bisa santun namun umat Islam siap menduduki Istana.

e. Telah ada pelaku meragukan Al Quran yaitu Tajul Muluk telah di vonis oleh pengadilan selama 5 tahun dan Sekarang bagaiman dengan penghina Al Quran, dengan kata-kata ” dibohongi dengan surat Al Maidah 51 dan macam-macam” tahu apa dia, aparat penegak hukum tangkap Ahok.

f. Proses hukum dengan cepat, kasihan rakyat dari seluruh Indonesia yang berdiri disini, dimana Presiden..? Presiden harus cepat atasi ini, kasihan rakyatmu dan oleh siapa yang inkonstituasional kita hadapi, jangan takut karena kalau di biarkan negara akan hancur, Kita di sini dijamin dengan UUD, Kalau Presiden tidak mau menemui kami maka Kapolri harus menemui kami karena Polisi adalah alat negara.

g. Kita tunggu keputusan imam besar kita hasil pertemuan dengan pak Jokowi. Semoga Jokowi segera memerintahkan Kapolri untuk menangkap Ahok, Kepada para mujahid dari seluruh Indonesia yang telah hadir ditempat ini, mari kita tunggu hasil negosiasi di dalam Istana.

h. Presiden ada kesepakatan mau menemui kita tetapi kenapa sekarang tidak mau menemui kita bapak Jokowi telah di berikan istana oleh kita kenapa tidak mau menemui kita dan Jangan pernah putus, jangan pernah menyerah, jangan pernah mundur.

14. Pukul 17.35 s.d 18.30 sebanyak 4 orang perwakilan diterima di Pintu Masuk Kavser/Pintu Air Mancur Istana Merdeka dengan nama sbb :

a. Nama – nama perwakilan :

(1) Bapak Bastian Nasir (AQL)
(2) Bapak Zaitun Rasmin (Wahdah Islamiah)
(3) Ustad Misbah (FPI)
(4) Bapak Amin Rais

b. Masa didampingi oleh Menkopolhukam Seskab, Kapolda, Panglima TNI, Kapolri,Pangdam Jaya dan Irjen Pol Boy Rafli Amar.

c. Hasil pertemuan Akan Secepatnya Proses Hukum terhadap Telapor Sdr. Basuki Cahaya Purnama terhadap dugaan Penistaan Agama dengan cara :

(1) Mempercepat memanggil saksi Ahli
(2) Memproses Gelar Perkara secepatnya bersama saksi ahli.

15) Pukul 18.30 Wib

Sejumlah perwakilan massa yang ditemui Wapres JK menyampaikan hasil pertemuan kepada para demonstran.

a) Jokowi tetap belum mau menerima kita.
b) bapak wapres menawarkan dan menjamin agar kita semua memberikan waktu kepada Kapolri selama 2 minggu,”
– sebagian massa tidak puas, Salah satu Massa kemudian meneriakkan perang, jihad, revolusi.

c) Massa FPI langsung membentengi antara massa HMI dengan aparat. Terjadilah pelemparan botol air mineral dan batu bata dari massa berbendera HMI ke arah FPI. Massa FPI meminta tenang, tapi masih ada pelemparan botol air mineral. Hoi tenang kita bersaudara, teriak anggota FPI.

16) Pukul 19.10 Wib

Barikade FPI tetap berbaris di depan pagar Brimob. Massa msh bertahan di depan istana

17) Pukul 19.58 Wib

Terjadi dorong-dorongan oleh massa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan polisi, yang berujung bentrok. Massa HMI melakukan pelemparan botol minuman, kayu dan bambu ke arah pasukan yg mengakibatkan 2 anggota Polri mengalami luka, yaitu :

a. IPDA LUTFI HAYATA Nrp. 77120220 Jab Danton 3 Kompi 2 Sipasdal 1 Subdit Dalmas Ditsabhara, mengalami luka jari sebelah kiri tidak dapat digerakkan diduga terkena kayu.

b. BRIGADIR SURDIN RP.79020738 anggota Banit 45 Subden 1 Den C pelopor Satbrimob PMJ, mengalami luka robek pd hidung diduga terkena bambu. Korban langsung dibawa oleh ambulance Biddokkes PMJ.

18) Pukul 20.00 WIB

Kapolri Jederal Pol Tito Karnavian menginstruksikan anggota Polri untuk tidak menembakkan gas air mata. Dan tidak bergerak maju. Saya Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Saya minta anggota Polri untuk tidak mengeluarkan tembakan gas air mata,” kata Kapolri dengan pengeras suara dari rumah dinas Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di Jl Medan Merdeka Barat.

Kapolri juga mengingatkan demonstran juga tidak melakukan kerusuhan.
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo juga memberikan himbauan sama. “Saya minta semua tenang. Mohon hentikan. Dan Kapolri sudah minta untuk tidak melepaskan tembakan. Tunjukkan suasana damai. Bentrok masih terjadi 2 truk polisi dibakar dn 12 lainnya dirusak

19) Pukul 20.10 WIB

Polisi membubarkan massa dengan menembakkan gas air mata. Efek gas air mata terasa sampai bagian belakang Istana Negara.

Sebagian pegawai Istana Negara dan Pasukan Pengaman Presiden menggunakan sapu tangan untuk menangkis efek gas air mata.

20) Pukul 20.35 WIB

Situasi di depan Istana Negara mulai terkendali sejumlah polisi terluka.

a) Kerugian Materil :
(1) Ford Sound Sabhara No.Pol. 5033-28VII rusak kaca samping kanan pecah;

(2) Ford Barier Sabhara No.pol. 5009-28VII pecah kaca samping kanan bagian belakang terbakar;

(4) Truk Barier No.pol. 1034-28VII dibakar hangus;

(5) Ford Barier (No.pol. tdk diketahui hangus terbakar);

(6) Ford SPKT No.Pol. 25-VII kaca depan samping kiri pecah;

(7) Ambulance Biddokkes No.Pol. 2220-VII kaca belakang dan samping kanan pecah;

(8) Ford Korbrimob No.Pol. 1919-14 kaca depan kiri pecah;

(9) Xtrail TNI No.pol 501-03 kaca depan pecah.

(10) Mazda Lantas No.Pol. 121878-VII kaca belakang pecah;

(11) Hyundai No.Pol. B-1301-RFP kaca belakang pecah;

(12) Lancer No.Pol. 1203-VII kaca belakang pecah;

(13) Avanza No.Pol. 12022-VII kaca belakang pecah;

(14) Everest No.Pol. B-1694-TJB kaca belakang pecah;

(15) Lancer B-1561-QH kaca belakang pecah;

(16) Pajero No.Pol. B-1816-RFD kaca belakang pecah;

(17) Ford S Sarpras No.pol. 2274-07 Pecah kaca belakang;

(18) Hyundai Nopol B-1470-RFP pecah kaca belakang;

(19) Lancer Nopol 2-28VII pecah kaca belakang;

(20) Fortuner Nopol B-1572-EA pecah kaca belakang;

(21) Ford TNI Nopol 14-34 pecah kaca samping kanan belakang.

21) Pukul 21.05 Kegiatan aksi unjuk rasa selesai.
(Taufik)

Comment