Pernyataan Sikap KAHMI Terkait Hinaan Ahok Soal Surat Al Maidah

Pernyataan Sikap KAHMI Terkait Hinaan Ahok Soal Surat Al Maidah

SHARE

Publik-News.com – Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) mengecam keras pernyataan Gubernur DKI Basuki Tjahja Purnama alias Ahok yang diduga mengina kita suci Al-Quran surat Al Maidah ayat 51 di Kepulauan Seribu. KAHMI menduga apa yang disebutkan Ahok tersebut merupakan penistaan terhadap Agama Islam.

Berikut pernyataan sikap KAHMI terkait penistaan agama yang dilakukan Ahok dan diterima Publik-News.com, Jumat (7/10/2016)

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (Kahmi) setelah mencermati pernyataan Saudara Basuki T. Purnama, Gubernur DKI Jakarta yang diberitakan secara luas oleh media yang menyebut Umat Islam dibohongi surat Al Maidah ayat 51, maka dalam rangka pengamalan Pancasila, penegakan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan merawat Negara Kesatuan Republik Indonesia, menjaga persatuan dan kesatuan seluruh bangsa Indonesia khususnya warga DKI Jakarta dengan ini menyatakan sikap:

1. Surat Al Maidah dan surat-surat lainnya yang tercantum dalam Al Qur’an tentang kepemimpinan merupakan pedoman bagi umat Islam dalam memilih pemimpin yang wajib diamalkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sesuai Bab XI pasal 29 ayat (1) dan (2) UUD 1945.

2. Sangat menyesalkan dan mengecam keras pernyataan Gubernur DKI Basuki T. Purnama (Ahok) yang menyebut umat Islam dibohongi surat Al Maidah ayat 51, karena pernyataan tersebut merupakan bentuk penistaan terhadap agama Islam.

3. Meminta kepada Bareskrim POLRI untuk menegakkan keadilan dan kebenaran dengan mengusut tuntas dugaan penistaan terhadap agama Islam dan tuntutan hukum yang diduga dilakukan Basuki T. Purnama (Ahok).

4. Meminta kepada ummat beragama khususnya ummat Islam dan warga DKI Jakarta untuk tetap waspada, sabar dan tenang, tidak terprovokasi melakukan hal-hal yang bisa menganggu stabilitas, yang merusak kebersamaan, persatuan dan kesatuan seluruh bangsa Indonesia dalam rangka memelihara Negara Kesatuan Republik Indonesia, dengan mempercayakan penyelesaian kasus tersebut secara hukum kepada POLRI.

5. Mengharapkan seluruh keluarga besar Korps Alumni HMI sebagai insan pencipta dan pengabdi yang bernafaskan Islam dan bertanggungjawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang di Ridhoi Allah SWT, untuk terus berkomitmen merawat Negara Kesatuan Republik Indonesia, memperjuangkan tegaknya hukum, keadilan dan kebenaran bagi seluruh rakyat Indonesia.

Demikianlah pernyataan sikap ini disampaikan, semoga Allah selalu menolong, memberi hidayat dan taufik kepada seluruh umat Islam dan bangsa Indonesia.

Jakarta, 07 Oktober 2016
MAJELIS NASIONAL KAHMI
Dr. H. M.S. Kaban, Presidium;
Ir. Subandriyo, Sekretaris Jenderal

Untuk diketahui, video Ahok yang diduga mengihina surat Al Maidah 51 tersebut tersebar luas di media sosial. Dalam video tersebut, Ahok mengatakan kepada masyarakat agar tidak memilih dirinya atas dasar surat Al Maidah ayat 51.

“Bapak Ibu enggak bisa pilih saya, karena dibohongin pakai Surat Al Maidah 51 macem-macem itu. Itu hak Bapak Ibu ya. Jadi kalau Bapak Ibu perasaan enggak bisa pilih nih, karena saya takut masuk neraka, dibodohin gitu ya, enggak apa apa. Karena ini kan hak pribadi Bapak Ibu. Program ini jalan saja. Jadi Bapak Ibu enggak usah merasa enggak enak. Dalam nuraninya enggak bisa pilih Ahok,” kata ahok.
(Hurri Rauf)

Comment