Pernyataan Sikap MUI Soal Keputusan Donald Trum Tentang Yerusalem

Pernyataan Sikap MUI Soal Keputusan Donald Trum Tentang Yerusalem

SHARE

Publik-News.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyampaikan pernyataan sikap terkait pengakuan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menjadikan Yerusalem, Palestina sebagai Ibu Kota Israel.

MUI juga mengecam rencana Trump yang meminta Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat untuk segera memindahkan kantor Kedutaan Besar Amerika Serikat dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Pernyataan sikap MUI ini sampaikan KH. Maruf Amin selaku Ketua umum dan Dr. Anwar Abbas sebagai Sekjen dalam keterangan tertulisnya. Berikut pernyataan sikap MUI selengkapnya.

Sehubungan dengan Keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengakui Jerusalem sebagai Ibu Kota Israel dan memindahkan Kedubes AS ke sana, maka Majelis ulama Indonesia dengan ini menyatakan:

Pertama, Mengecam keras dan menolak keputusan tersebut yang merupakan bentuk agresi, provokasi, dan radikalisme yang nyata.

Kedua, Keputusan tersebut membuka dan membuktikan standart ganda AS selama ini yang tidak bersungguh-su ngguh menyelesaikan konflik Israel-Palestina secara berkeadikan.

Ketiga, Pengakuan tersebut mendorong peningkatan eskalasi ektrimisme dan radikalisme di dunia sebagai reaksi atas kezaliman dan arogansi Amerika serikat.

Keempat, MUI mendesak agar PBB segera mengambil Tindakan nyata guna menyelamatkan kesepakatan UN tentang Two state solution bagi penyelesaian konflik Arab Israel.

Kelima, Keputusan tersebut jelas akan mematikan proses perdamaian yang telah berlangsung lama dan akan mendorong radikalisasi di kalangan umat Islam sebagai reaksi terhadap radikalisme dan ketidakadilan global yang diciptakan AS.

Keenam, Meminta Presiden Donald Trump utk mencabut keputusannya, dan mendesak OKI untuk melakukan langkah politik dan diplomatik utk membatalkan atau mengabaikan keputusan tersebut.

Ketujudh, Meminta OIC,LIGA ARAB DAN ORGANISASI REGIONAL ISLAM DI DUNIA agar segera mengadakan pertemuan khusus guna mencari penyelasaian komprehensif bagi konflik Arab Israel.

Mendesak semua negara Arab dan Islam yg telah menjalin hubungan diplomatik agar memutuskannya demi keadilan dan perdamaian.

Kedelapan, Pengakuan ini secara tidak langsung mendukung penjajahan Israel atas Palestina . Indonesia sesuai dengann konstitusinya berkewajiban menolak semua bentuk penjajahan di atas bumi

Kesembilan, Mendesak Pemerintah Indonesia agar mengambil peran maksimalnya sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar guna mencari solusi terbaik. (HR/PN)

Comment