Perppu 2/2017 Janggal, HTI Bakal Gugat Ke MK

Perppu 2/2017 Janggal, HTI Bakal Gugat Ke MK

SHARE

Publik-News.com – Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) bakal menggugat Perppu nomor 2 tahun 2017 terkait pembubaran ormas. Sebab, HTI menilai Perppu itu terkesan sewenang-wenang.

“Bila benar Perppu akan terbit hari ini, dan bila benar Perppu itu terbit untuk memudahkan rencana pembubaran HTI maka kami menilai ini sebuah tindakan kesewenang-wenangan, kezaliman,” kata juru bicara HTI Ismail Yusanto di kantor Yusril, 88 kasablanka tower A lantai 19, Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (12/7/2017).

“Kami hadir di sini karena akan berkonsultasi dengan Pak Yusril (Ihza MahendraI. Tapi kita pernah lakukan antisipasi, bila terbit betul Perppu maka kita akan gugat di MK,” terangnya.

Ismail menyabut ada tiga alasan kesewenangan pemerintah dari diterbitkannya Perppu ini. Pertama, tidak adanya alasan mendesak dari pemerintah sampai menerbitkan Perppu pembubaran ormas.

“Kepentingan yang memaksa seperti apa yang ada sekarang? Yang kedua bila ada kekuasaan hukum, kekuasaan hukum tidak ada karena sudah ada uu ormas uu no 17 thn 2013. Jadi ini sebuah kesewenangan,” ujarnya.

Kedua, sebetulnya dalam UU ormas yang lama sudah diatur mekanisme pembubaran ormas. Menurutnya, dibuatnya UU ormas itu dijelaskan terkait mekanisme pembubaran ormas agar tidak adanya kesewanang-wenangan dari pemerintah.

“Dengan kata lain pemerintah itu ingin melakukan kesewenang-wenangan. Bahkan ada yang mengatakan ini sudah menjadi otoriter atau diktator karena pemerintah sudah menampakkan diri bukan sebagai pihak yanh memberi contoh yang taat hukum, justru dia mempertontonkan kepada publik bahwa hukum yang sudah ada itu dia rubah sesuka hati dia,” ujarnya.

Ketiga, tidak ada alasan pemerintah membubarkan HTI. Sebab, HTI sudah berbadan hukum dan bebas melakukan kegiatan

“HTI tidak pernah korupsi, mencuri uang rakyat, anarkisme, tidak ada. Sedangkan di luar sana banyak kelompok yang melakukan itu semua, anarkisme, menampung anak-anak PKI kok dibiarkan. Jadi jelas ini sebuah kezaliman,” tuturnya.(Fq)

SHARE
Comment