Pertumbuhan Ekonomi Kalimantan Diharapkan Tak Bergantung Pada Komoditas Primer

Pertumbuhan Ekonomi Kalimantan Diharapkan Tak Bergantung Pada Komoditas Primer

SHARE

PublikNews.com – Kondisi perekonomian global berada pada ketidakpastian akhir-akhir ini. Situasi yang demikian itu terlihat dari ketidakstabilan perekonomian China. Ekonomi Indonesia akan dipengaruhi situasi global seperti, moderasi pertumbuhan ekonomi Tiongkok.

Melemahnya aktivitas ekonomi Tiongkok yang diperkirakan masih terjadi, lemahnya harga-harga komoditas, dan ketidakpastian ekonomi global, seperti membaiknya ekonomi Amerika Serikat yang berdampak pada normalisasi suku bunga.

Anggota Banggar DPR RI Hetifah Sjaifudian mengatakan, harga komoditas global sangat berpengaruh bagi perekonomian di beberapa daerah khususnya Kalimantan. Untuk mengantisipasinya, dia meminta pemerintah agar mencari solusi konkret, misalnya mencarikan ide tentang munculnta komoditas baru strategis. Tujuannya adala supaya pertumbuhan ekonomi di daerah-daerah tidak bergantung pada komoditas yang sudah menjadi pokok utama.

“Kita perlu memikirkan agar pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut jangan bergantung pada komoditas primer semata,” ujar Hetifah di Gedung DPR RI Senayan, Jakarta, Kamis (14/7/2016).

Menurut Hetifah, pada 20017, pertumbuhan ekonomi di Kalimantan hanya 1,1 persen. Pertumbuhan ekonomi yang akan menurutn itu termasuk Kaltim-Kaltara. Maka dari itu, dia mengatakan bahwa menurunnya pertumbuhan ekonomi di Kalimantan tersebut menjadi tantangan bagi pemerintah untuk mendiversifikasikan kegiatan dan sumber-sumber ekonomi guna mengurangi ketergantungan pada sejumlah kecil komoditas.

“Di Kaltim dan Kaltara masih banyak menyimpan potensi untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi, seperti pariwisata, perikanan, dan ekonomi kreatif. Kita jangan terus bergantung pada produk-produk primer semata, karena jika terjadi ketidakpastian ekonomi ini menjadi resiko dan masalah,” katanya.
(Hurri Rauf)

SHARE
Comment