Pesan Wapres JK Kepada Pesantren Internasional Dea Malela

Pesan Wapres JK Kepada Pesantren Internasional Dea Malela

SHARE

Publik-News.com – Wakil Presiden (Wapres) Jusuf meletakkan batu pertama pembangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Modern Internasional Dea Malela. Pondok Pesantren yang berlokasi di Pamangong, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, ini dipimpin oleh Din Syamsudin. Ponpes Internasional Indonesia ini berada di kawasan perbukitan Pamangong yang menyajikan suasana alam yang indah.

Pelatakan batu pertama itu menandakan diresmikannya pembangunan pesantren Internasional Dea Malela. Saat melatakkan batu pertama, Wapres JK tampak menggunakan baju batik warna coklat dan dipadu celana berwarna hitam. Suasana pelatakan batu pertama yang dilakukan Wapres JK ini semakin mencair ketika sang wapres mengumbar senyum dan tawa kepada pejabat yang menyaksikan langsung pelatakan batu pertama itu.

Usai meletakkan batu pertama, Wapres JK menyampaikan pidatonya di kampus Olat Utuk. Dihadapan mahasiswa dan pejabat yang hadir, Wapres menyampaikan pesan bahwa pendidikan seperti di Ponpes harus mengedepankan mutu pendidikannya yang tinggi, karena generasi yang maju tergantung dari mutu pendidikan di sekolah ataupun Ponpes.

Sebagai Ponpes internasional, Wapres JK mengatakan Ponpes Dea Malela harus mengedepankan mutu pendidikan yang berkualitas, sehingga Ponpes ini mampu bersaing dengan Ponpes internasional lainnya. Tak sampai di situ, Wapres JK juga mebambahkan, selain menyamakan sistem pendidikannya setara dengan sistem pedidikan inetrnasional, Ponpes Dea Malela juga harus mampu mendatangkan santi dari berbagai negara.

“Pendidikan sama seperti restoran, orang pasti memilih mutu, sekarang belum tau mutunya, kalau sudah tau kita pasti kirim orang belajar ke sini, karena pesantren modern internasional, modern itu melebihi zamannya,” ungkap Wapres Jusuf Kalla saat pidato peresmian Ponpes Dea Malela, di Pamangong, Sumbawa, NTT, pada Rabu (20/7/2016),

Di tempat yang sama, Pembina Yayasan Pendidikan dan Kebudayaan Dea Malela, Din Syamsudin mengungkapkan, di Ponpes Modern Internasional Dea Malela mengungkapkan rencana pembangunan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Dua sekolah yang akan dibangun ini akan didirikan di lahan seluas 5 hektare.

“Insya Alloh tahun ini baru dibuat kelas 1 SMP putra, sekaligus tahun depan ada SMA, Luas tanah 5 hektar dan akan ditambah 15 hektar, tahun ini kami menerima 60 santri sebagian besar dari NTB, ada 3 calon santri dari Kamboja, generasi pertama ini dibebaskan beasiswa,” kata Din Syamsudin.

Untuk diketahui, pada peresmian Ponpres Modern Internasional Dea Malela ini, Wapres JK didampingi oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadi Mulyono, Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara Reformasi dan Birokrasi (Menpan RB) Yuddy Chrisnandi, Gubernur NTB Zainul Majdi, Bupati Sumbawa Husni Jibril, dan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah, Staf Khusus Wakil Presiden Husain Abdullah dan Sekretaris Wakil Presiden Muhammad Oemar.

(Hurri Rauf)

Comment