Home Pendidikan Pesantren Khusus Yatim As-Syafi’iyah Keluarkan Duit Ratusan Juta Rupiah Perbulan Untuk Membiayai...

Pesantren Khusus Yatim As-Syafi’iyah Keluarkan Duit Ratusan Juta Rupiah Perbulan Untuk Membiayai Santrinya

204

Publik-News.com – Ratusan juta rupiah duit dikeluarkan Pimpinan Pondok Pesantren Khusus Yatim As-Syafi’iyah, Jatiwaringn, Pondok Gede Bekasi untuk mengurus sekitar 220 santrinya setiap bulannya. Pesantren yang beridiri di atas luas tanah 3,5 haktar ini di bawah pimpinan Prof. Dr. H. Dailami Firdaus dan H. Moh. Reza Hafiz sebagai pembina.

Di kepengurusan Pesantren ini, Selain Bapak Reza hafiz sebagai pembina pesantren, Pinpinan Pesantren dipegang oleh bang Dailami panggilan akrab Prof Dailami Firdaus, yang  dibantu oleh Hj Nurfitria Farhana sebagai kepala Rumah tangga Pesantren; Hj Lily Kamalia sebagai kepala bidang SDM Pesantren dan Hj Syifa Fauzia sebagai Kepala Bidang Kepesantrenan dan 60 orang staf dan guru serta pengasuh lainnya. Mereka berlima adalah putra putri almarhumah Prof Dr Hj Tutty Alawiyah AS yang melanjutkan perjuangan ibundanya mengasuh mendidik anak yatim di Pesantren ini.

Duit ratusan juta tersebut bukan hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup para santrinya. Tapi juga digunakan untuk membeli seragam dan membayar listrik. Pesantren ini mulai didirikan pada 10 Januari 1978 silam. Pendirinya adalah alamarhumah Prof. Dr. Hj. Tuty Alawiyah AS pada 10 Januri 1978 .

Dailami Firdaus mengatakan, pesantrennya tidak hanya mendidik para santinya dalam bidang ilmu keagamaan, tapi juga ilmu umum. Dia rela dan ikhlas mengeluarkan duit ratusan juta rupiah untuk menerbitkan generasi muda/mudi Indonesia unggul. Apalagi, ibundanya, Almarhumah Tuty, sengaja mendirikan pesantren ini hanya untuk menampung anak yatim dan kurang mampu secara ekonomi.

“Tidak ada biaya bagi santri. Rejeki Allah yang ngatur. Alhamdulillah kami Iklas saja karena ini perjuangan,” tutur dia saat berbincang dengan Publik-News.com, di kantornya, Selasa (7/2/2017).

Dia bercerita awal dan proses didirikannya pesantren ini. Kata dia, sebelum didirikan, ibundanya pernah mengunjungi beberapa pesantren yang tersebar di seluruh Indonesia. Dalam proses kunjungan Ibundanya ke pesantren itu, Ibundanya langsung berpikir bahwa tidak ada pesantren yang khusus menampung anak yatim dan kurang mampu secara gratis.

“Jadi Ibu saya pernah tidur di Masjid sebelum balik ke Jakarta dan mendirikan pesantren ini. Ibu bilang kalau cuma pesantren sudah banyak, tapi pesantren khusus untuk anak yatim dan kurang mampu secara gratis tidak ada. Jadi dirikanlah pesantren ini,” papar dia sambari menyebut bahwa jumlah santrinya kini sudah mencapai 220 an orang. (TK)

Comment