Home Politik Pidato Jokowi: Tinggalkan Nomor 1, Tinggalkan Nomor 2

Pidato Jokowi: Tinggalkan Nomor 1, Tinggalkan Nomor 2

10528

Publik-News.com – Pegelaran Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta tinggal menghitung hari. Jika dihuting mulai Kamis (9/2/2017), perebutan kursi Gubernur DKI dan Wagub masih tersisa enam hari lagi.

Banyak hal yang dilakukan pendukung masing-masing paslon cagub-cawagub untuk menarik dukungan dari warga yang memiliki hak pilih. Selain kampanye, ada juga cara lain yang mereka lakukan.

Cara untuk meraih simpati yang barangkali dianggap tidak mendidik itu tidak hanya dilakukan di dunia nyata di lapangan, tapi ada juga yang dilakukan dia dunia maya, seperti media sosial.

Belakangan ini, potongan pidato Presiden Jokowi usai Pilpres 2014 silam kembali diposting di youtube dan beredar luas. Dalam pidatonya itu, Jokowi yang tampak didamping wapres Jusuf Kalla mengajak semua rakyat, baik yang sudah mendukung dirinya maupun rival politikya, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, kembali bersatu.

Diketahui, baik sebelum maupun sesudah Pilpres, pandukung Jokowi-JK dan Prabowo – Hatta Rajasa, terus memanas. Penyebabnya, karena Pesta demokrasi untuk memilih orang nomor satu dan nomor dua di Indonesia ini dianggap penuh dengan kecurangan.

Kemudian, memasnya Pilpres itu kemudian berlanjut pada Pilkada DKI kali ini. Ada tiga paslon cagub-cawagub di Pilkda kali ini. Mereka adalah Agus-Sylvi sebagai nomor urut satu, Ahok-Djarot sebagai nomor urut dua dan Anis-Sandi sebagai nomor urut tiga.

Agus-Sylvi didukung empat partai politik, seperti Partai Demokrat, PKB, PAN dan PPP. Begitu juga Ahok-Djarot yang diusung Partai NasDem, Hanura, Golkar dan PDIP. Adapun Anis-Sandi hanya didukung dua partai politik, Gerindra dan PKS.

Tiga paslon juga memiliki bergama relawan dari latar belakang dan profesi berbeda satu sama lain. Mereka sama-sama mengklaim bahwa jagoannya akan menjadi pemenang pada Pilgub kali ini. Suara elit partai yang duduk di pemerintahan Jokowi-JK ini juga pecah pada Pilgub kali ini.

Namun demikian, semuanya berharap Pilkada DKI kali ini berjalan normal, jujur, adil dan transparan. Hanya saja, ada saja netizen yang iseng, yang mempoting kembali pidato Jokowi saat merayakan kemenangan Pilpres lalu.

Potongan pidato Jokowi yang diposting di media sosial itu, Jokowi menyampaikan “Lupakanlah nomor 1, lupakanlah nomor 2. Marilah kita kembali kepada indonesia yang satu, indonesia raya. Kita kuat karena bersatu, kita bersatu karena kita kuat. Salam 3 jari, salam 3 jari persatuan Indonesia,” ucap Jokowi dalam pidatonya itu

Pernyataan Jokowi ini tentu tak bisa dikaitkan dengan penyelenggaraan Pilkada DKI. Jokowi adalah “petugas partai”, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), pimpinan Megawati Soekarno Putri. (HS)

Comment