PMKRI Polisikan Habib Rizieq, DPR: Mudharatnya Lebih Banyak

PMKRI Polisikan Habib Rizieq, DPR: Mudharatnya Lebih Banyak

SHARE

Publik-News.com – Anggota Komisi III DPR Arsul Sani menyayangkan atas tindakan sekelempok mahasiswa dari Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI yang melaporkan Habib Rizieq karena dugaan menista agama

Seharusnya, kata Asrul, mahasiswa tidak boleh berpihak ke suatu golongan tertentu, karena ini berkaitan dengan hukum, dampaknya nanti sangat besar dan bisa memunculkan  konflik.

“Ketika dia masuk ke dalam tindakan itu, itu saya pikir mudharatnya lebih banyak dari manfaatnya,” kata Arsul di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (28/12/2016).

“Karena kelompok-kelompok muda justru harus menjaga, tidak masuk dalam kubu atau barisan yang berbau sektarian. Artinya ini berlaku ke kelompok mahasiswa lain,” tambahnya.

Menurut Asrul, pelaporan ini seharusnya tidak dilakukan oleh mahasiswa. Alangkah lebih baik dilakukan oleh ormas. Karena mahasiswa arahnya untuk menjaga keutuhan NKRI.

“Kalau ada potensi kepentingan lebih besar yang terancam, menurut saya jangan dilakukan. Nah ini yang saya sayangkan dari langkah teman-teman PMKRI. Karena PMKRI itu organisasi kemahasiswaan yang kita sudah tahu lah track recordnya, bersama organisasi kemahasiswaan. Selama ini kan arahnya menjaga keutuhan berbangsa dan bernegara,” katanya.

Sebelumnya, sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) mendatangi Polda Metro Jaya untuk melaporkan Habib Rizieq karena diduga melakukan penistaan agama atas ceramahnya di pondok Kelapa, Jakarta Timur pada Minggu (25/12/2016)

Dalam laporan ini, Rizieq diancam dengan pasal 156 KUHP dan 156a KUHP tentang penodaan agama. (Fq)

SHARE
Comment