Polisi: Beras Oplosan di Sumsel Berbahaya Dikonsumsi

Polisi: Beras Oplosan di Sumsel Berbahaya Dikonsumsi

SHARE

Publik-News.com – Kapolda Sumsel Irjen Pol Agung Budi Maryoto mengungkapkan dari hasi pengujian di tiga laboratorium, beras oplosan di gudang Bulog Lahat, Sumatera Selatan dinyatakan berbahaya untuk dikonsumsi.

Dari 39 ton beras yang sudah disita oleh pihak kepolisian semuanya saat ini sudah masuk dalam tahap penyidikan.

“Ada tiga lab yang kita lakukan untuk pengujian beras oplosan di gudang Bulog lahat. Hasilnya kualitas beras di bawah standar mutu yang paling rendah dan ini sangat berbahaya untuk dikonsumsi,” ujar Agung saat jumpa pers di Mapolda Sumsel, Jumat (11/8/2017).

Dari hasil pemeriksaan, pihaknya saat ini sudah memeriksa 5 orang lainnya yang dimungkinkan akan ditetapkan menjadi tersangka.

“Hasilnya sudah jelas berbahaya kalau dikonsumsi, jadi untuk kasus ini sudah kita tingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan dengan memeriksa 5 orang terkait kasus ini. Untuk kemungkinan (Penetapan tersangka), tentu ada kemungkinan. Nanti akan kita lakukan gelar perkara dulu baru kita tetapkan tersangkanya,” terang Agung.
Sementara 5 orang itu diketahui berinisial AN Kasubdit Disurvei Gudang Lahat, GB sebagai ketua tim pelaksana Gudang, FA sebagai Kepala Gudang, A sebagai staf pelaksana dan N sebagai staf administrasi.

Selain itu, polisi juga memeriksa 3 saksi yang mengkomplain adanya beras oplosan tersebut.

Sedangkan pemeriksaan labaratorium itu dilakukan di Laboratorium Pengujian Balai Benih Kementreian Pertanian Subang Jawa Barat, Laboratorium cabang Palembang dan Balai Besar Laboratorium Kesehatan Kementerian Kesehatan.

“Ada tiga untuk mencocokkan hasil pengujian, pertama itu Balai Benih Padi di Subang, Laboratorium cabang Palembang dan Balai Kesehatan Kemenkes dan hasilnya menyimpulkan beras berbahaya untuk dikonsumsi. Selain pemeriksaan laboratorium juga ada tiga saksi ahli dari peneliti tanaman, ahli perlindungan konsumen Sumsel dan ahli Pidana Universitas Indonesia,” ujar ┬áDirektur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumsel Kombes Pol Irawan David Syah.

Apabila kelima orang itu terbukti mengoplos beras, maka polisi akan menjeratnya dengan asal 62 ayat (1) juncto Pasal 8 ayat (2) Undang-Undang Nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan Konsumen dengan ancaman pidana 5 tahun penjara dan denda 2 milyar.

“Aturannya jelas, pelaku usaha dilarang memperdagangkan barang yang rusak, cacat, atau bekas dan tercemar tanpa memberikan informasi secara lengkap dan benar. Maka sesuai Undang-undang perlindungan konsumen kelima orang yang diperiksa dapat dikenakan pasal di atas,” tutupnya.(Fq)

 

SHARE
Comment