Home Hukum Polisi Mengaku Sudah 3 Minggu Selidiki Permufakatan Jahat Rachmawati Cs

Polisi Mengaku Sudah 3 Minggu Selidiki Permufakatan Jahat Rachmawati Cs

Publik-News.com-Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar menjelaskan perihal makar yang disangkakan terhadap sejumlah aktivis pada jumat dini hari, 2 Desember 2016.

Aktivis yang dikenakan yang dijerat dengan pasal tersebut antara lain, Kivlan Zen, Adityawarman Thaha, Ratna Sarumpaet, Firza Husein, Eko Suryo Santjojo, Alvin Indra, dan Rachmawati Soekarnoputri.

“Makar dari definisi hukum dapat didefinisikan penggulingan kepada kepala negara, makar menggulingkan pemerintahan yang sah dan makar dengan pemberontakan,” tutur Boy di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Sabtu (3/12/2016).

Menurut Boy, makar merupakan perbuatan permufakatan jahat. Polisi bisa melakukan tindakan tanpa harus menunggu pelaku melakukan perbuatan makarnya.

“Yang saat ini didefinisikan makar (adalah) sebagai permufakatan jahat. Dalam pemahaman penyidik Polri, makar sebagai permufakatan atau makar dapat juga dikategorikan perbuatan delik formil artinya dia tak perlu terjadi perbuatan makar itu,” sebut Boy.

saat ini, lanjut Boy, undang-udang yang mengatur pasal makar maknanya sudah semakin luas. Beda dengan yang dulu lebih fokus pada upaya pemberontakan semata.

ia mengaku, atas permufakatan jahat ini,polisi sudah menyelidikinya setelah demo 4 November.

“Makar di sini adalah suatu permufakatan dan ini tidak harus dia jadi kenyataan dulu tapi dengan adanya terdeteksi dari pertemuan-pertemuan kegiatan hasil penyelidikan rumusan permufakatan itu dapat perlahan-lahan dikumpulkan oleh diri kita karena kurang lebih ini tiga minggu terakhir di November, hampir 20 hari, jadi setelah 4 November,” ungkap Boy. (faruq)

Comment