Home Hukum Polisi Tegaskan Penangkapan Sejumlah Aktivis Tidak Seperti Zaman PKI

Polisi Tegaskan Penangkapan Sejumlah Aktivis Tidak Seperti Zaman PKI

Publik-News.com-Sejumlah aktivis yang ditangkap mejelang demo 2 Desember menganggap langkah polisi yang berbuat sewenang-wenang tersebut mirip seperti zaman PKI. Sementara polisi dengan tegas mengatakan proses penangkapan tersebut sudah sesuai dengan prosedur.

“Enggak lah, beda. Kami sesuai SOP (Standar Operasional Prosedur) dengan soft dan humanis,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono ketika dihubungi, Selasa, 6 Desember 2016.

Argo menambahkan, saat proses penangkapan terhadap delapan aktivis yang diduga melakukan makar, polisi sudah mengantongi surat-surat yang lengkap, seperti surat p Surat Perintah Tugas (Sprintgas) dan Surat Perintah Penangkapan (Sprintkap)

Kan ada lawyer-nya juga di situ, kalau ada sesuatu, ada jalurnya kok,” ujar Argo.

Sebelumnya, Ernalia, istri Sri Bintang Pamungkas, menyebut aksi polisi untuk melakukan penangkapan terkesan seperti PKI, yang dipaksa ditangkap tanpa harus menyerahkan surat penangkapan.

“Ada saya buat videonya ditangkap seperti zaman PKI dulu. Bilang ‘pak ikut kami‘, suami saja jawab ‘kok sekarang’, lalu polisi bilang ‘ikut kami segera’. Suami saya jawab lagi ‘Lah saya belum mandi, saya mau makan dan minum obat’. Minta tunggu dan mereka (polisi) enggak mau,” katanya kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Senin, 5 Desember 2016

Sebelumnya, polisi menetapkan tersangka terhadap 11 aktivis dengan sangkaan makar dan sebagiannya lagi dijerat dengan pasal yang berbeda. Polisi akhirnya melepaksan delapan tersangka untuk tidak ditahan yakni, Kivlan Zein, Adityawarman, Ratna Sarumpaet, Firza Huzein, Eko, Aliv Indar Al Fariz, Ahmad Dhani, dan Rachmawati Soekarnoputri

Selain Ahmda Dhani, ketujuh orang tersebut dijerat dengan pasal Pasal 107 juncto Pasal 110 juncto Pasal 87 KUHP tentang Perbuatan Makar, atau untuk menggulingkan pemerintahan yang sah.

Comment