Politisi PKB Siap Proteksi UU Siatem Budi Daya Pertanian Berkelanjutan

Politisi PKB Siap Proteksi UU Siatem Budi Daya Pertanian Berkelanjutan

SHARE

Publik-News.com – Rancangan Undang-Undang (RUU) Usul Inisiatif Komisi IV tentang Sistem Budidaya Pertanian Berkelanjutan telah disahkan menjadi Usul Inisiatif DPR RI dalam Sidang Paripurna ke 17 Masa Sidang III tahun 2017/2018. Nantinya, Undang-undang Sistem Budidaya Pertanian Berkelanjutan ini diharapkan lebih berpihak dan menguntungkan petani dan peternak kecil.

Anggota Komisi IV DPR RI, H. Cucun Ahmad Syamsurijal, mengatakan pentingnya Sistem Budidaya Pertanian Berkelanjutan ini selain dua hal diatas.

“Sistem budidaya pertanian berkelanjutan itu penting, karena sekarang anak-anak muda tidak mau turun menjadi petani,” terang Cucun di Komplek Parlemen, Jakarta, Selasa (13/2/2018)

Menurut catatan Badan Pusat Stastistik (BPS), Penurunan Jumlah Petani Indonesia sangat signifikan. Menurut Cucun, hal ini perlu adanya regenerasi petani agar petani Indonesia tidak hilang.

“Kita proteksi dengan Undang-undang Sistem Budidaya Tanaman Pertanian Berkelanjutan, ini pasti akan kita fikirkan nanti setiap generasi ada yang melanjutkan untuk mau bercocok tanam,” jelasnya.

Terkait mekanismenya, menurut Sekretaris Fraksi PKB ini, nantinya akan ada reword. Menurutnya, hal ini akan merangsang generasi petani tetap konsisten dan senang dalam sector pertanian.

“Nantinya akan ada reword bagi petani, bagaimana supaya anak-anak muda senang bertani. Mereka dikasih rangsangan-rangsangan sehingga para petani (di Indonesia) seperti di luar negeri itu kan, kaya-kaya,” pungkasnya.

RUU Sistem Budidaya tanaman Pertanian Berkelanjutan ini juga akan mengatur tentang tanah, perluasan lahan, dan lahan abadi, serta lahan pertanian berkelanjutan. Selama ini menjadi domain pemerintah daerah. Namun pada sisi lain pemerintah daerah tidak mempunyai kemampuan fiskal untuk mempertahankan lahan itu.

Maka bagaimana juga memberikan penguatan terhadap ekspensifikasi perluasan area lahan. Sebab bagaimana pun juga pertambahan penduduk tidak bisa direm. Pertambahan penduduk, pertambahan konsumsi adalah keniscayaan. (PKB).

Comment